Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Kuningan Gencarkan GPM Jaga Harga Pangan Selama Ramadhan

Antara • Senin, 23 Februari 2026 | 20:27 WIB

Warga memadati lokasi pelaksanaan program GPM di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Warga memadati lokasi pelaksanaan program GPM di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Kuningan menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) selama Ramadhan 2026. Program itu dilaksanakan di 15 kecamatan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan harga pangan tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadhan. Program GPM dilaksanakan secara bergilir di 15 kecamatan mulai 23 Februari hingga 11 Maret, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri.

Dia menyebutkan stabilitas pangan menjadi prioritas pemerintah daerah. Sebab, berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat serta ketenangan dalam menjalankan ibadah.

”Pemerintah daerah wajib hadir memastikan harga tetap stabil dan pasokan terjaga, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” kata Dian Rachmat Yanuar seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, kenaikan permintaan bahan pokok pada periode Ramadhan berpotensi memicu gejolak harga apabila tidak diantisipasi melalui intervensi yang terukur.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, intervensi harga dilakukan berdasar pemantauan perkembangan harga di lapangan. GPM dirancang agar tidak mengganggu mekanisme pasar, namun tetap efektif menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

”Sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasar, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, tepung terigu, cabai, bawang, dan sayuran segar,” terang Wahyu Hidayah.

Wahyu menambahkan, penurunan harga dilakukan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), yakni dukungan pembiayaan distribusi kepada produsen maupun distributor guna menekan biaya logistik. GPM tidak dilaksanakan dengan pembagian gratis, melainkan melalui subsidi harga terbatas untuk menjaga keseimbangan distribusi dan keberlanjutan usaha pelaku pangan.

”Kami berharap penguatan GPM selama Ramadhan mampu menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat memperoleh akses bahan pokok yang aman dan terjangkau,” ucap Wahyu Hidayah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#idul fitri #ramadhan #gerakan pangan murah #kabupaten kuningan