Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkab Cirebon Kaji Pemanfaatan Limbah Kerang Jadi Paving Block

Jumat, 1 Mei 2026 | 18:30 WIB
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budilan (kanan). (Fathnur Rohman/Antara)
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budilan (kanan). (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon mengkaji pemanfaatan limbah cangkang kerang hijau menjadi bahan paving block hingga pakan ternak. Hal itu sebagai upaya mengatasi penumpukan limbah tersebut di wilayah pesisir.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan, kajian tersebut sudah dibahas dalam rapat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait. Rapat tersebut difokuskan pada penanganan penumpukan limbah cangkang kerang hijau di Desa Grogol dan Desa Mertasinga, yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan dan sosial bagi masyarakat.

”Sudah ada pemetaan sehingga pemerintah daerah bisa meminimalisasi atau menyelesaikan limbah kerang hijau ini,” kata Agus Kurniawan Budiman dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan secara geografis Kabupaten Cirebon memiliki wilayah pesisir, dengan tujuh tempat pelelangan ikan (TPI) yang tersebar di delapan kecamatan dan mencakup 36 desa. Kondisi tersebut membuat produksi kerang hijau cukup tinggi, namun di sisi lain memicu peningkatan limbah cangkang yang belum tertangani optimal.

Untuk langkah jangka pendek, kata dia, pemerintah daerah mempertimbangkan pengangkutan limbah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Yakni Gunung Santri dan Kubangdeleg.

Selain itu, dia menyebutkan, limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai material uruk melalui proses penggilingan untuk pemadatan jalan maupun tambak kosong.

”Penangan jangka pendeknya, limbah ini bisa digilas dan digunakan untuk pemadatan jalan atau tambak kosong yang mau diuruk,” terang Agus Kurniawan Budiman.

Dalam jangka panjang, kata dia, limbah kerang dengan struktur kuat berpotensi diolah menjadi bahan baku alternatif seperti paving block. Pemanfaatan lain yang turut dikaji meliputi kerajinan serta campuran pakan ternak dengan komposisi terbatas, karena bahan tersebut mengandung kalsium.

”Bisa juga untuk pakan ternak, tetapi persentasenya sekitar lima persen karena hanya untuk menguatkan cangkang telur,” ujar Agus Kurniawan Budiman.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Disbudpar Cirebon Masifkan Promosi Gali Potensi 90 Desa Wisata

Disbudpar Cirebon Masifkan Promosi Gali Potensi 90 Desa Wisata

Disbudpar Kabupaten Cirebon memasifkan kegiatan promosi untuk mengangkat potensi serta keunikan 90 desa wisata agar menarik lebih banyak kunjungan wisatawan

Pemkab Cirebon Upayakan Percepatan Perbaikan 12.146 RTLH

Pemkab Cirebon Upayakan Percepatan Perbaikan 12.146 RTLH

Pemkab Cirebon terus mengupayakan percepatan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Saat ini tercatat sebanyak 12.146 unit tersebar di berbagai desa.

Distan Cirebon Bantu Petani Antisipasi Dampak Kemarau

Distan Cirebon Bantu Petani Antisipasi Dampak Kemarau

Distan Kabupaten Cirebon bantu petani antisipasi dampak musim kemarau dengan menyiagakan pompa air, mempercepat masa tanam, serta mengarahkan penggunaan benih padi tahan kekeringan

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia