Minggu, 19 Juli 2026
Logo

PT KAI Daop 3 Cirebon Pastikan Lokomotif Gunakan Biosolar Jenis B40

Jumat, 1 Mei 2026 | 19:01 WIB
Stasiun Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Stasiun Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memastikan seluruh lokomotif dan genset operasional telah menggunakan bahan bakar biosolar jenis B40.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, penerapan biosolar B40 dilakukan secara menyeluruh. Hal itu sebagai bagian dari program transisi energi yang dijalankan perusahaan.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang mendorong penggunaan energi baru terbarukan di berbagai sektor. Termasuk transportasi perkeretaapian.

”Seluruh sarana di Daop 3 Cirebon, baik lokomotif maupun genset, kini telah menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,” kata Muhibbuddin dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, biosolar B40 merupakan bahan bakar biodiesel, dengan campuran 40 persen unsur nabati berbasis kelapa sawit. Penggunaan biosolar tersebut dinilai mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga kinerja operasional kereta api tetap optimal.

”Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan implementasi penggunaan biosolar berjalan sesuai ketentuan,” ujar Muhibbuddin.

Dia menekankan penggunaan biosolar B40, dipastikan tidak mengganggu keandalan operasional kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon. Menurut dia, layanan angkutan penumpang maupun barang tetap berjalan dengan baik meski menggunakan bahan bakar berbasis nabati.

Muhibbuddin menyampaikan, penerapan biosolar B40 menjadi tahap awal menuju penggunaan biosolar B50 yang saat ini masih dalam tahap uji coba secara nasional. Upaya tersebut sejalan dengan program ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan yang tengah didorong pemerintah.

”Biosolar B50 diketahui memiliki kandungan bahan nabati lebih tinggi, yakni mencapai 50 persen, sehingga berpotensi memberikan dampak lingkungan yang lebih besar,” ungkap Muhibbuddin.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Dinkes Masifkan Vaksinasi Guna Tekan Kasus Campak di Cirebon

Dinkes Masifkan Vaksinasi Guna Tekan Kasus Campak di Cirebon

Dinkes Kabupaten Cirebon memasifkan vaksinasi massal untuk menekan lonjakan kasus campak, terutama di empat kecamatan yang telah ditetapkan sebagai zona Kejadian Luar Biasa

Pemkab Cirebon Kaji Pemanfaatan Limbah Kerang Jadi Paving Block

Pemkab Cirebon Kaji Pemanfaatan Limbah Kerang Jadi Paving Block

Pemkab Cirebon mengkaji pemanfaatan limbah cangkang kerang hijau menjadi bahan paving block hingga pakan ternak untuk mengatasi penumpukan limbah tersebut

Disbudpar Cirebon Masifkan Promosi Gali Potensi 90 Desa Wisata

Disbudpar Cirebon Masifkan Promosi Gali Potensi 90 Desa Wisata

Disbudpar Kabupaten Cirebon memasifkan kegiatan promosi untuk mengangkat potensi serta keunikan 90 desa wisata agar menarik lebih banyak kunjungan wisatawan

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia