Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Dinkes Masifkan Vaksinasi Guna Tekan Kasus Campak di Cirebon

Jumat, 1 Mei 2026 | 18:38 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon memasifkan vaksinasi massal untuk menekan lonjakan kasus campak. Terutama di empat kecamatan yang telah ditetapkan sebagai zona Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, saat ini telah melaksanakan vaksinasi massal melalui program catch up campaign (CUC) yang menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan. Program tersebut bertujuan mengejar ketertinggalan imunisasi dasar sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap penularan campak di masyarakat.

”Capaian vaksinasi CUC saat ini sudah mencapai 95 persen, dan ini menjadi modal penting untuk membentuk kekebalan kelompok,” ujar Eni Suhaeni dilansir dari Antara.

Dia mengatakan langkah intervensi difokuskan pada wilayah dengan kasus tertinggi agar penyebaran tidak meluas. Misalnya empat kecamatan zona KLB yakni Mundu, Sumber, Ciwaringin, dan Greged.

Dinkes mendata hingga minggu ke-15 pada 2026, di Kecamatan Greged dan Ciwaringin masing-masing ditemukan 33 kasus suspek, dengan tujuh serta sembilan kasus terkonfirmasi positif.

”Untuk Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspek dengan dua kasus positif, sedangkan Kecamatan Sumber terdapat 24 kasus suspek dengan lima kasus positif,” terang Eni Suhaeni.

Eni menegaskan, hingga saat ini tidak terdapat laporan kematian akibat campak di Kabupaten Cirebon, meskipun pemantauan terus dilakukan secara ketat. Selain itu, Dinkes telah menyiapkan program Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar kelompok usia lebih luas, mulai dari 9 bulan hingga 13 tahun.

Dia menambahkan, ada tujuh kecamatan lain di Cirebon untuk pelaksanaan ORI sebagai langkah antisipasi karena tingginya mobilitas Masyarakat. Selain itu, capaian imunisasi campak-rubella yang masih di bawah 80 persen dalam lima tahun terakhir.

”Kami ingin memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan optimal. ORI ini menjadi langkah lanjutan agar penularan bisa ditekan semaksimal mungkin,” ucap Eni Suhaeni.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Disbudpar Cirebon Masifkan Promosi Gali Potensi 90 Desa Wisata

Disbudpar Cirebon Masifkan Promosi Gali Potensi 90 Desa Wisata

Disbudpar Kabupaten Cirebon memasifkan kegiatan promosi untuk mengangkat potensi serta keunikan 90 desa wisata agar menarik lebih banyak kunjungan wisatawan

Pemkab Cirebon Upayakan Percepatan Perbaikan 12.146 RTLH

Pemkab Cirebon Upayakan Percepatan Perbaikan 12.146 RTLH

Pemkab Cirebon terus mengupayakan percepatan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Saat ini tercatat sebanyak 12.146 unit tersebar di berbagai desa.

Distan Cirebon Bantu Petani Antisipasi Dampak Kemarau

Distan Cirebon Bantu Petani Antisipasi Dampak Kemarau

Distan Kabupaten Cirebon bantu petani antisipasi dampak musim kemarau dengan menyiagakan pompa air, mempercepat masa tanam, serta mengarahkan penggunaan benih padi tahan kekeringan

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia