Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Disbudpar Cirebon Tetapkan Enam Desa Wisata Jadi Destinasi Unggulan

Jumat, 1 Mei 2026 | 19:15 WIB
Suasana salah satu destinasi wisata religi di wilayah Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Suasana salah satu destinasi wisata religi di wilayah Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon telah menetapkan enam desa wisata sebagai destinasi unggulan yang diprioritaskan pengembangannya pada 2026.

 Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cirebon Dadan Subandi mengatakan, penetapan tersebut didasarkan pada hasil pemetaan dan evaluasi terhadap 90 desa wisata yang telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 desa dinilai memiliki potensi kuat, namun hanya enam desa yang memenuhi standar unggulan sesuai kriteria nasional.

”Penilaian mengacu pada indikator dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui program Anugerah Desa Wisata Indonesia, terutama terkait kesiapan dan kualitas pengelolaan destinasi,” ujar Dadan Subandi dilansir dari Antara.

Menurut dia, aspek yang dinilai meliputi penerapan prinsip kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan sebagai syarat utama menarik wisatawan. Enam desa wisata yang masuk kategori unggulan tersebut adalah Desa Gegesik Kulon, Cikalahang, Belawa, Mundupesisir, Talun, dan Pengarengan.

Desa Gegesik Kulon, kata dia, menjadi salah satu yang menonjol karena kekuatan pada sektor seni budaya seperti tari topeng, sintren, hingga pertunjukan wayang kulit. Untuk Desa Cikalahang dikenal dengan wisata alam berbasis keluarga yang dilengkapi fasilitas pemancingan, gazebo, dan kuliner lokal.

Desa Belawa, lanjut dia, menawarkan konsep wisata konservasi kura-kura dengan pengelolaan yang mengedepankan perlindungan satwa. Untuk Desa Mundupesisir dan Pengarengan mengembangkan ekowisata mangrove sebagai daya tarik utama, sementara Talun mengandalkan kekuatan pada sektor kuliner.

”Setiap desa ini memiliki daya tarik dan keunikan yang bisa menjadi magnet untuk mendatangkan kunjungan wisatawan,” terang Dadan Subandi.

Dadan menambahkan, akan mendorong desa-desa tersebut untuk mengikuti ajang nasional yang diselenggarakan Kemenpar.

”Untuk dapat mengikuti ajang tersebut, desa wisata harus melalui tahapan seleksi dan evaluasi oleh Kemenpar, termasuk penilaian kesiapan destinasi,” ucap Dadan Subandi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Polisi Sita 53.124 Butir Obat Keras Ilegal dari Bandar di Cirebon

Polisi Sita 53.124 Butir Obat Keras Ilegal dari Bandar di Cirebon

Polres Cirebon Kota menyita sekitar 53.124 butir obat keras ilegal dari seorang bandar yang ditangkap di wilayah Kota Cirebon pada Kamis (30/4) dini hari

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

Komisi V DPRD Jawa Barat menyebut 33 bangunan SMA dan SMK di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan, hingga kini masih berdiri menumpang di lahan milik desa

Dinkes Masifkan Vaksinasi Guna Tekan Kasus Campak di Cirebon

Dinkes Masifkan Vaksinasi Guna Tekan Kasus Campak di Cirebon

Dinkes Kabupaten Cirebon memasifkan vaksinasi massal untuk menekan lonjakan kasus campak, terutama di empat kecamatan yang telah ditetapkan sebagai zona Kejadian Luar Biasa

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia