Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Distan Cirebon Perkuat Budi Daya Mangga Guna Stabilkan Produksi

Jumat, 1 Mei 2026 | 19:22 WIB
Petani menunjukkan buah mangga hasil panen. (Fathnur Rohman/Antara)
Petani menunjukkan buah mangga hasil panen. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon memperkuat penerapan standar budi daya mangga dan pendampingan teknis. Hal tersebut untuk menjaga kestabilan produksi buah mangga setelah terjadi penurunan pada 2025.

Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan, upaya tersebut diarahkan pada pembenahan praktik budi daya di tingkat petani agar hasil kebun tetap optimal.

”Teknik budidaya menjadi langkah utama, untuk merespons berbagai tantangan yang selama ini memengaruhi produktivitas mangga,” kata Deni Nurcahya dilansir dari Antara.

Data Distan mencatat produksi mangga pada 2022 mencapai 43.351,50 ton, kemudian sedikit menurun menjadi 43.099,74 ton pada 2023. Produksi komoditas tersebut, sempat meningkat pada 2024 menjadi 44.776,96 ton, namun mengalami penurunan pada 2025 menjadi 37.922,01 ton.

Menurut Deni, penurunan tersebut disebabkan kombinasi faktor seperti anomali cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga kendala teknis di lapangan. Kondisi tersebut mendorong dinas untuk memperkuat pendampingan, sekaligus memastikan standar budi daya diterapkan lebih konsisten.

”Penerapan teknik budi daya di kalangan petani masih belum merata sehingga memicu perbedaan produktivitas antarkebun,” ungkap Deni Nurcahya.

Oleh karena itu, pihaknya meningkatkan pendampingan terkait pemangkasan, pemupukan, serta sanitasi kebun agar dilakukan sesuai anjuran. Selain aspek teknis, adaptasi terhadap perubahan iklim pun menjadi perhatian agar proses pembungaan dan pembuahan tidak terganggu.

Deni Nurcahya menyebut, pola hujan yang tidak menentu dan periode kemarau yang lebih panjang, bisa berdampak pada jumlah serta mutu hasil panen. Pemerintah daerah turut mendorong penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mangga serta penguatan kelembagaan ekonomi petani.

”Perbaikan tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi sistem secara menyeluruh agar pendapatan petani dapat meningkat,” tutur Deni Nurcahya.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

PT KAI Daop 3 Cirebon Pastikan Lokomotif Gunakan Biosolar Jenis B40

PT KAI Daop 3 Cirebon Pastikan Lokomotif Gunakan Biosolar Jenis B40

PT KAI Daop 3 Cirebon memastikan seluruh lokomotif dan genset operasional telah menggunakan bahan bakar biosolar jenis B40

Polisi Sita 53.124 Butir Obat Keras Ilegal dari Bandar di Cirebon

Polisi Sita 53.124 Butir Obat Keras Ilegal dari Bandar di Cirebon

Polres Cirebon Kota menyita sekitar 53.124 butir obat keras ilegal dari seorang bandar yang ditangkap di wilayah Kota Cirebon pada Kamis (30/4) dini hari

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

Komisi V DPRD Jawa Barat menyebut 33 bangunan SMA dan SMK di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan, hingga kini masih berdiri menumpang di lahan milik desa

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia