JawaPos.com–Kepolisian Resor (Polres) Kuningan menggencarkan pendekatan edukasi humanis untuk meningkatkan kepatuhan pengendara terhadap penggunaan helm standar maupun aturan lalu lintas lainnya. Itu dilakukan selama pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025.
KBO Satlantas Polres Kuningan Iptu Deni Supriyana mengatakan, hal tersebut sangat penting karena saat ini sekitar 1.200 pelanggar telah diberikan surat teguran selama operasi tersebut dilaksanakan.
Upaya edukasi dilakukan, kata dia, sebagai respons atas masih tingginya temuan pengendara yang tidak memakai helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Baik pengendara utama maupun penumpang.
”Melalui Operasi Zebra Lodaya ini, kami mengedepankan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan,” kata Deni Supriyana seperti dilansir dari Antara.
Dia menyebutkan, sebagai bagian dari upaya edukasi tersebut, petugas dari Satlantas Polres Kuningan telah membagikan puluhan helm, stiker keselamatan, hingga layanan pengobatan gratis kepada pengendara.
Deni menjelaskan, pembagian helm dan layanan lain, dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya perlindungan diri.
”Pembagian helm dan kegiatan humanis lainnya menjadi bagian dari upaya itu. Edukasi menjadi fokus utama dalam operasi tersebut untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” beber Deni Supriyana.
Menurut dia, penggunaan helm standar nasional merupakan langkah dasar yang dapat mengurangi tingkat fatalitas saat kecelakaan. Selain itu, pendekatan humanis dipilih, agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat.
”Petugas kami juga menempelkan stiker imbauan pada kendaraan dan memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas,” tutur Deni Supriyana.
Deni optimistis kegiatan edukasi yang dilakukan selama operasi tersebut, dapat mendorong peningkatan disiplin berkendara di wilayah Kuningan. Operasi Zebra Lodaya berlangsung hingga 30 November 2025 dengan sasaran pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Deni Supriyana menyampaikan beberapa fokus penindakan meliputi tidak memakai helm, melawan arus, dan penggunaan ponsel saat berkendara. ”Kami ingin masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Disiplin berlalu lintas adalah kunci mengurangi risiko kecelakaan,” ucap dia.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah