Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

4 Tips Aman Berolahraga saat Puasa Ramadhan ala Dokter Tirta

Muhammad Rayhan Satria Aji • Senin, 3 Maret 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi berolahraga saat Ramadhan
Ilustrasi berolahraga saat Ramadhan

JawaPos.com - Berpuasa merupakan ibadah utama bagi umat Islam selama bulan Ramadhan. Dari terbit fajar hingga matahari terbenam, seorang Muslim diwajibkan menahan diri dari makan, minum, amarah, serta hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.

Meskipun demikian, berpuasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru, bulan Ramadhan menjadi momentum untuk tetap produktif, baik dalam bekerja, belajar, maupun beribadah. Bahkan, tidur pun dihitung sebagai ibadah selama dilakukan dengan niat yang baik.

Salah satu aktivitas yang tetap bisa dilakukan meskipun sedang berpuasa adalah olahraga. Namun, bagaimana cara berolahraga dengan aman tanpa mengganggu ibadah puasa?

Dokter Tirta, melalui kanal YouTube-nya TirtaPengPengPeng, membagikan beberapa tips agar tetap bisa berolahraga di bulan Ramadhan tanpa menguras energi secara berlebihan.

1. Pilih Waktu Olahraga yang Tepat

Ada dua waktu terbaik untuk berolahraga selama bulan puasa. Pertama, menjelang berbuka puasa, sekitar pukul 16.00 hingga adzan maghrib. Olahraga di waktu ini memungkinkan kita segera mengisi energi setelahnya.

Waktu terbaik kedua adalah setelah shalat tarawih. Tarawih sendiri sudah bisa dikategorikan sebagai olahraga kardio dengan intensitas sedang karena banyaknya gerakan dan rakaat. Setelahnya, bisa dilanjut dengan olahraga seperti angkat beban, lalu dilanjutkan dengan makan malam dan tidur.

Selain itu, olahraga sebelum sahur juga bisa menjadi pilihan. Bangun sekitar pukul 03.00, minum air putih, kemudian berolahraga sebelum sahur. Setelah itu, makanlah yang cukup dan konsumsi makanan yang berenergi.

Sebaliknya, hindari berolahraga setelah subuh atau di siang hari. Pada waktu-waktu tersebut, risiko dehidrasi dan kelelahan lebih tinggi karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan energi.

2. Kurangi Intensitas Olahraga

Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola metabolisme. Oleh karena itu, intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan agar tidak menguras energi secara berlebihan.

Jika biasanya melakukan angkat beban, kurangi jumlah repetisi tanpa mengurangi beban yang diangkat. Bagi yang suka berlari, lebih baik mengurangi kecepatan dan meningkatkan durasi agar tetap bugar tanpa cepat lelah.

Olahraga ringan seperti jalan santai, yoga, atau stretching juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tetap ingin aktif tanpa terlalu membebani tubuh.

3. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi

Selama berpuasa, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga penting untuk menjaga hidrasi yang cukup. Minumlah air putih dalam jumlah cukup saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi.

Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh dalam jumlah berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

4. Dengarkan Kondisi Tubuh

Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda, sehingga penting untuk selalu mendengarkan tubuh. Jika merasa lemas atau pusing, jangan paksakan diri untuk berolahraga. Prioritaskan kesehatan agar ibadah puasa tetap lancar.

Jika baru memulai kebiasaan berolahraga saat puasa, lakukan secara bertahap. Jangan langsung memaksakan diri dengan aktivitas berat yang dapat menyebabkan kelelahan berlebih.

Editor : Candra Mega Sari
#dokter tirta #olahraga #ramadhan #berolahraga #tips olahraga saat puasa