Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasak dengan Aluminium Foil, Sebabkan Penyakit Neurodegeneratif?

Siti Nur Qasanah • Minggu, 9 Februari 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi makanan yang dibungkus dengan aluminium foil. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi makanan yang dibungkus dengan aluminium foil. (Dok. Pixabay)

JawaPos.com - Aluminium foil memang praktis dan memiliki banyak kegunaan, tetapi bahan logam yang fleksibel dan mengilap ini tidak selalu aman untuk memasak.

Dilansir dari realsimple.com, Bridget Wood, RD, LD, CDCES mengatakan bahwa membungkus sayuran atau protein dengan aluminium foil saat dipanggang umumnya aman. Namun, saat digunakan untuk memasak pada suhu tinggi, terutama dengan makanan asam atau pedas, risiko perpindahan aluminium ke dalam makanan meningkat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi aluminium berlebih dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti penyakit neurodegeneratif, meskipun studi lebih lanjut masih diperlukan dalam bidang ini.

Sebagai langkah pencegahan, Wood menyarankan penggunaan aluminium foil berlabel "food-grade" untuk memastikan keamanannya. Tidak semua aluminium foil memiliki kualitas yang sama, sehingga penting untuk menghindari produk yang terlalu tipis atau tidak diperuntukkan bagi makanan. Hal ini juga berlaku untuk penggunaan nampan aluminium.

Jika ragu apakah makanan perlu dibungkus dengan aluminium foil, ada alternatif yang lebih aman. Wood merekomendasikan penggunaan kertas perkamen sebagai pelapis atau memilih wadah tahan oven sebagai solusi yang lebih baik.

7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasak dengan Aluminium Foil

1. Makanan yang Dipanaskan dalam Microwave

Aluminium foil tidak boleh digunakan di dalam microwave karena dapat menyebabkan percikan api atau bahkan kebakaran, yang berisiko merusak microwave secara permanen. Selain itu, aluminium foil juga tidak kedap udara, sehingga tidak ideal untuk menyimpan sisa makanan. Sebagai gantinya, gunakan wadah kaca atau wadah yang aman untuk microwave agar lebih praktis saat memanaskan makanan.

2. Tomat, Jeruk, dan Makanan Asam

Makanan asam, seperti tomat, buah jeruk, dan bumbu berbasis cuka, dapat mempercepat pelepasan aluminium ke dalam makanan. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam jangka waktu panjang, hal ini berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

3. Makanan dengan Kandungan Garam Tinggi

Seperti halnya makanan asam, garam juga dapat menyebabkan aluminium larut ke dalam makanan. Oleh karena itu, makanan yang mengandung banyak garam, seperti daging olahan atau makanan panggang gurih, sebaiknya tidak dimasak menggunakan aluminium foil untuk menghindari reaksi dengan ion aluminium.

4. Makanan yang Dipanggang dalam Waktu Lama

Memasak daging panggang atau casserole dengan aluminium foil selama berjam-jam dapat meningkatkan kadar aluminium dalam makanan. Sebagai alternatif, gunakan peralatan masak berbahan keramik atau kaca, atau lapisi aluminium foil dengan kertas perkamen agar tidak bersentuhan langsung dengan makanan.

Sebuah penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menunjukkan bahwa makanan yang dimasak menggunakan peralatan tahan oven mengandung kadar aluminium yang jauh lebih rendah dibandingkan makanan yang dimasak dengan aluminium foil.

5. Makanan yang Dipanggang pada Suhu Tinggi

Meskipun aluminium baru mulai meleleh pada suhu di atas 1.000°F, memasak dengan aluminium foil pada suhu lebih dari 400°F tetap berisiko meningkatkan kontaminasi logam dalam makanan. Sebagai gantinya, gunakan lapisan minyak goreng netral atau kertas perkamen saat memanggang makanan seperti kentang atau saat memasak di atas api terbuka.

6. Hidangan Laut

Meskipun memasak ikan dalam aluminium foil adalah metode yang populer, penelitian yang dipublikasikan dalam Food Science and Nutrition menunjukkan bahwa ikan menyerap lebih banyak aluminium dibandingkan daging unggas atau mamalia. Oleh karena itu, memasak ikan dengan metode en papillote menggunakan kertas perkamen bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

7. Kue Kering

Meskipun secara teknis aman, memanggang kue di atas aluminium foil dapat membuat bagian bawahnya menjadi terlalu keras dan renyah. Selain itu, kue berisiko menempel pada foil, sehingga rentan hancur saat diangkat. Oleh karena itu, menggunakan kertas perkamen atau loyang anti lengket adalah pilihan yang lebih baik untuk hasil yang optimal.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#memasak #aluminium foil #makanan