Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkab Kuningan Bantu Petani Perkuat Kualitas Kopi Daerah

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:11 WIB
Hasil panen biji kopi robusta di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Hasil panen biji kopi robusta di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Kuningan membantu petani memperkuat kualitas kopi daerah melalui pengembangan sektor hulu hingga hilir. Hal itu guna meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, pengembangan kopi di daerah dilakukan secara bertahap dengan fokus pada peningkatan kualitas, tata kelola, dan kapasitas petani. Penguatan pada sektor tersebut menjadi langkah penting agar peluang pasar internasional dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani kopi di Kabupaten Kuningan.

"Penguatan kualitas, tata kelola, dan kapasitas petani menjadi kunci agar peluang pasar global benar-benar bisa dimanfaatkan,” kata Wahyu Hidayah dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan tren produksi kopi di Kabupaten Kuningan menunjukkan peningkatan positif dalam beberapa tahun terakhir, khususnya untuk komoditas kopi robusta. Berdasar data pemerintah daerah, produksi kopi robusta pada 2025 mencapai 1.173,39 ton atau meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 726,03 ton.

Sementara itu, dia mengatakan produksi kopi arabika di daerah tersebut relatif stabil dengan tingkat produktivitas sekitar 900 kilogram per hektare. Meski produksi meningkat, tantangan pengembangan kopi masih berada pada sektor hilir, terutama terkait standardisasi mutu dan pengolahan pasca panen.

Menurut Wahyu, kualitas pengolahan pascapanen menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya saing produk kopi di pasar global. Dia mencontohkan Desa Karangsari memiliki potensi menjadi model pengembangan kopi berbasis kualitas, sekaligus lokomotif kebangkitan kopi daerah di Kabupaten Kuningan.

"Kami dan sejumlah pihak, selama ini melakukan pendampingan melalui pembentukan klaster kopi di Desa Karangsari guna memperkuat kualitas, kelembagaan, dan daya saing petani kopi daerah,” ungkap Wahyu Hidayah.

Dia menambahkan, tak hanya meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan nilai tambah agar kopi lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

"Produk kopi saat ini tidak hanya menjual komoditas, tetapi juga kualitas, cerita, dan pengalaman yang melekat pada produk tersebut,” ujar Wahyu.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Peternak di Kuningan Bantu Pasok Domba untuk Program Kurban BAZNAS

Peternak di Kuningan Bantu Pasok Domba untuk Program Kurban BAZNAS

Peternak binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Kuningan, pasok 50 ekor domba untuk pelaksanaan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026

Pemkab Kuningan Intensifkan Program GPM Jelang Idul Adha 2026

Pemkab Kuningan Intensifkan Program GPM Jelang Idul Adha 2026

Pemkab Kuningan intensifkan pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, digelar di enam kecamatan pada 18-23 Mei 2026

Pemkab Kuningan Terapkan Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem

Pemkab Kuningan Terapkan Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem

Pemkab Kuningan terapkan pengendalian hama penggerek batang padi berbasis ekosistem untuk menekan potensi kehilangan hasil panen pada MT 2026 sejak fase awal pertumbuhan tanaman

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia