Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkab Kuningan Terapkan Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem

Kamis, 7 Mei 2026 | 18:41 WIB
Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah memberikan edukasi kepada petani terkait pengendalian hama berbasis ekosistem. (Antara)
Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah memberikan edukasi kepada petani terkait pengendalian hama berbasis ekosistem. (Antara)

 

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Kuningan menerapkan pengendalian hama penggerek batang padi berbasis ekosistem untuk menekan potensi kehilangan hasil panen pada musim tanam (MT) 2026 sejak fase awal pertumbuhan tanaman.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, langkah tersebut dilakukan melalui gerakan pengendalian (gerdal) hama penggerek batang padi secara terpadu di tingkat lapangan.

”Kami mendorong petani mengedepankan pengamatan rutin, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memanfaatkan musuh alami sebagai lini pertahanan utama sebelum intervensi kimia dilakukan,” kata Wahyu Hidayah dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan, kegiatan pengendalian sudah dilaksanakan di areal persawahan Kelompok Tani Kalimati, Kecamatan Maleber, Kuningan dengan cakupan lahan mencapai 20 hektare. Tanaman padi yang menjadi sasaran pengendalian terdiri atas varietas Inpari, Ciherang dan varietas lokal dengan usia tanaman sekitar 21-35 hari setelah tanam (HST).

Wahyu menjelaskan, hasil pengamatan lapangan menunjukkan intensitas serangan penggerek batang di lokasi tersebut tercatat mencapai 10-18 persen. Sehingga diperlukan langkah pengendalian cepat dan terukur guna mencegah perluasan serangan.

Dia menyebutkan penggunaan insektisida tetap menjadi bagian dari strategi pengendalian, namun diterapkan secara selektif dan terukur.

”Pendekatan ini penting agar pengendalian efektif sekaligus mencegah resistensi hama dan menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian,” ujar Wahyu Hidayah.

Selain pengendalian kimia, kata dia, strategi yang diterapkan juga mencakup pengendalian mekanis dan kultur teknis. Seperti pengaturan air secara intermiten, sanitasi lahan, serta pencabutan tanaman terserang untuk memutus siklus hama.

Dia mengatakan pendekatan berbasis ekosistem dinilai efektif karena di lokasi pengamatan, masih ditemukan keberadaan musuh alami yang berpotensi menekan populasi hama secara alami.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Disperdagin Catat Jumlah IKM di Kabupaten Cirebon Meningkat

Disperdagin Catat Jumlah IKM di Kabupaten Cirebon Meningkat

Disperdagin Kabupaten Cirebon mencatat jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) meningkat dari 168 unit pada 2024 menjadi 175 unit pada 2025

DPR dan OJK Cirebon Perkuat Edukasi Tekan Penggunaan Pinjol Ilegal

DPR dan OJK Cirebon Perkuat Edukasi Tekan Penggunaan Pinjol Ilegal

Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat edukasi keuangan di Kuningan untuk menekan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol)

Pemkot Cirebon Lakukan Penyegaran Birokrasi untuk Efektivitas Kinerja

Pemkot Cirebon Lakukan Penyegaran Birokrasi untuk Efektivitas Kinerja

Pemkot Cirebon lakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan puluhan pejabat guna meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan daerah

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia