Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkab Kuningan Kembangkan Kelapa Jadi Komoditas Unggulan Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 | 18:15 WIB
Budi daya kelapa di wilayah Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Budi daya kelapa di wilayah Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Kuningan, mengembangkan kelapa sebagai komoditas unggulan daerah untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, komoditas kelapa memiliki potensi besar karena tersebar di sejumlah wilayah dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pedesaan.

Dia menjelaskan, pengembangan komoditas kelapa ke depan tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, namun diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan kemitraan usaha agar petani memperoleh nilai tambah lebih besar.

”Kami ingin kelapa di Kuningan tidak lagi diposisikan sebagai komoditas pelengkap, tetapi menjadi komoditas strategis yang mampu memberikan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi pedesaan,” ujar Wahyu Hidayah dilansir dari Antara.

Produksi kelapa di Kabupaten Kuningan pada 2025 mencapai sekitar 3.588,41 ton, dengan luas lahan kurang lebih 4.007 hektare. Namun demikian, kata Wahyu, pengembangan komoditas tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari pola budidaya tradisional, skala usaha petani yang kecil, hingga keterbatasan akses pasar.

Selain itu, dia menyebutkan pemasaran kelapa di daerah masih bergantung pada pasar lokal dan peran tengkulak sehingga posisi tawar petani belum optimal.

”Industri pengolahan kelapa di daerah juga belum berkembang optimal sehingga nilai tambah yang diterima petani masih rendah,” terang Wahyu Hidayah.

Dia menuturkan pemerintah daerah menjalankan program peremajaan tanaman dan intensifikasi budi daya di sejumlah wilayah, untuk memperkuat pengembangan komoditas tersebut. Pada 2025, lanjut Wahyu, pemerintah daerah telah menyalurkan 38.500 bibit kelapa genjah serta 115.500 kilogram pupuk organik guna mendukung pengembangan sekitar 350 hektare lahan.

Selain itu, Diskatan mengusulkan pengembangan kelapa seluas 550 hektare dan telah memperoleh persetujuan pengembangan untuk 200 hektare dari pemerintah pusat pada 2026. Wahyu menyampaikan pula penguatan kemitraan usaha dan tata niaga diperlukan agar komoditas kelapa, memiliki daya saing lebih tinggi serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Bupati Kuningan Sebut Literasi Keuangan Penting Guna Cegah Perceraian

Bupati Kuningan Sebut Literasi Keuangan Penting Guna Cegah Perceraian

Program literasi keuangan sangat penting untuk mencegah kasus perceraian di Kabupaten Kuningan, terutama yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).

Pemkab Kuningan Sebut Bantuan Alsintan Tekan Risiko Gagal Panen

Pemkab Kuningan Sebut Bantuan Alsintan Tekan Risiko Gagal Panen

Pemkab Kuningan menyebut bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementan dapat menekan risiko gagal panen akibat meningkatnya serangan hama serta penyakit tanaman

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

Komisi V DPRD Jawa Barat menyebut 33 bangunan SMA dan SMK di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan, hingga kini masih berdiri menumpang di lahan milik desa

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia