Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Dinkes Cirebon Gencarkan ORI Guna Cegah Penyebaran Kasus Campak

Kamis, 7 Mei 2026 | 18:29 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menggencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) guna mencegah penyebaran kasus campak. Terutama di kecamatan yang telah ditetapkan sebagai zona kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, program tersebut mulai dilaksanakan sejak 4 Mei 2026 dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan. ORI tidak hanya dilakukan di wilayah yang ditemukan kasus campak, namun diperluas ke kecamatan sekitar sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit.

Menurut dia, terdapat empat kecamatan yang masuk wilayah terdampak KLB campak. Sedangkan tiga kecamatan lainnya dilibatkan karena berdekatan dengan daerah terpapar.

”Vaksinasi dilakukan secara menyeluruh di tingkat kecamatan meski kasus campak hanya ditemukan di satu desa tertentu,” kata Eni Suhaeni dilansir dari Antara.

Langkah tersebut, kata dia, diambil agar penularan dapat ditekan lebih cepat dan tidak meluas ke wilayah lain di Kabupaten Cirebon. Total sasaran ORI campak di Kabupaten Cirebon mencapai 12.221 anak, yang tersebar di tujuh kecamatan pelaksanaan program.

”Dari jumlah tersebut, capaian vaksinasi hingga 5 Mei 2026 baru menyentuh sekitar 700 anak, atau sekitar 5,7 persen dari target keseluruhan,” ungkap Eni Suhaeni.

Meski demikian, Dinkes Kabupaten Cirebon optimistis pelaksanaan ORI dapat mencapai target seiring keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung program tersebut. Eni mengatakan, pemerintah daerah mengerahkan unsur dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa agar pelaksanaan vaksinasi berjalan optimal selama periode ORI.

Selain melakukan vaksinasi, petugas kesehatan juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi campak untuk melindungi anak dari risiko penularan penyakit. Pihaknya berharap pelaksanaan ORI tersebut, mampu meningkatkan kekebalan kelompok sekaligus mencegah penambahan kasus campak di Kabupaten Cirebon.

”Kami berharap seluruh anak yang menjadi sasaran ORI berada dalam kondisi sehat sehingga proses vaksinasi dapat dilakukan tanpa kendala,” tandas Eni Suhaeni.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Disperdagin Catat Jumlah IKM di Kabupaten Cirebon Meningkat

Disperdagin Catat Jumlah IKM di Kabupaten Cirebon Meningkat

Disperdagin Kabupaten Cirebon mencatat jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) meningkat dari 168 unit pada 2024 menjadi 175 unit pada 2025

DPR dan OJK Cirebon Perkuat Edukasi Tekan Penggunaan Pinjol Ilegal

DPR dan OJK Cirebon Perkuat Edukasi Tekan Penggunaan Pinjol Ilegal

Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat edukasi keuangan di Kuningan untuk menekan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol)

Pemkot Cirebon Lakukan Penyegaran Birokrasi untuk Efektivitas Kinerja

Pemkot Cirebon Lakukan Penyegaran Birokrasi untuk Efektivitas Kinerja

Pemkot Cirebon lakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan puluhan pejabat guna meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan daerah

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia