Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Pemkab Cirebon Sebut Situs Huludayeuh Simpan Jejak Kerajaan Sunda

Kamis, 28 Mei 2026 | 19:59 WIB
Situs Batu Tulis Huludayeuh di Cirebon. (Pemkab Cirebon/Antara)
Situs Batu Tulis Huludayeuh di Cirebon. (Pemkab Cirebon/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyebut Situs Batu Tulis Huludayeuh di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, dapat menjadi destinasi edukasi sejarah dan budaya. Sebab, menyimpan jejak penting peninggalan Kerajaan Sunda di wilayah Cirebon.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno mengatakan, situs tersebut memiliki nilai sejarah tinggi karena berkaitan dengan perjalanan pemerintahan Kerajaan Sunda pada masa lampau. Keberadaan prasasti batu tulis kuno di situs tersebut menjadi bukti sejarah yang perlu dijaga sekaligus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

"Ini menjadi salah satu bukti penting perjalanan sejarah Kerajaan Sunda di wilayah Cirebon yang perlu dijaga dan dikenalkan kepada masyarakat," kata Fajar Sutrisno dilansir dari Antara.

Fajar menuturkan, Situs Batu Tulis Huludayeuh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Seab, pengunjung dapat mempelajari sejarah sekaligus menikmati panorama alam di sekitar kawasan situs.

Dia mengatakan upaya pelestarian situs budaya perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat, agar warisan sejarah daerah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Juru Kunci Situs Batu Tulis Huludayeuh Edi mengatakan, batu prasasti tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pada 1930, ketika kawasan itu masih berupa hutan belantara. "Dulu masih hutan. Dikabarkan ada pohon beringin tumbang, lalu di bawahnya ditemukan batu ini,” tutur Edi.

Dia menjelaskan, penelitian terhadap situs tersebut baru dilakukan pada Februari 1991, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki keterkaitan dengan peninggalan Kerajaan Sunda. Berdasar keterangan para ahli, prasasti tersebut dibuat atas perintah seorang raja bergelar Sri Maharaja Ratu Haji sebagai tanda peringatan atas pekerjaan yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

"Batu ini ditulis atas perintah kerajaan sebagai tanda peringatan atas pekerjaan-pekerjaan yang telah dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat," ujar Edi.

Dia menuturkan situs tersebut terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya dan pernah dikunjungi pelajar maupun masyarakat, yang ingin mempelajari sejarah serta budaya Cirebon. "Masyarakat bisa datang langsung untuk berkunjung supaya tahu sejarah dan ikut melestarikannya," tandas Edi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Prioritaskan Penanganan Rob di Pesisir Ambulu

Pemkab Cirebon Prioritaskan Penanganan Rob di Pesisir Ambulu

Pemkab Cirebon prioritaskan penanganan banjir rob di Desa Ambulu, Kecamatan Losari dengan mempercepat perbaikan tanggul bocor dan pembenahan infrastruktur pengendali air di kawasan pesisir

Polresta Cirebon Pastikan Isu Teror Pocong Hoaks

Polresta Cirebon Pastikan Isu Teror Pocong Hoaks

Polresta Cirebon menyatakan, informasi mengenai teror pocong begal yang ramai beredar di media sosial dipastikan tidak benar atau hoaks

DPUTR Kabupaten Cirebon Kebut Perbaikan 23 Ruas Jalan pada 2026

DPUTR Kabupaten Cirebon Kebut Perbaikan 23 Ruas Jalan pada 2026

DPUTR Kabupaten Cirebon percepat pelaksanaan program peningkatan infrastruktur dengan menyiapkan perbaikan 23 ruas jalan melalui proses lelang dini Tahun Anggaran 2026

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia