Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkab Cirebon Optimistis Produksi Garam Rakyat Capai 76 Ribu Ton

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:21 WIB
Ilustrasi panen garam di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi panen garam di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Pemerintah Kabupaten Cirebon optimistis produksi garam rakyat tahun ini dapat mencapai sekitar 76 ribu ton. Dengan catatan kondisi cuaca selama musim kemarau berlangsung lebih stabil.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Pengolahan dan Pengawasan DKPP Kabupaten Cirebon Teguh Budiman mengatakan, target tersebut masih realistis. Hingga akhir Mei 2026, petani garam belum memulai produksi akibat curah hujan yang masih terjadi.

"Target produksi tahun ini sekitar 76 ribu ton dengan harapan cuaca lebih baik sehingga produksi bisa maksimal,” kata Teguh Budiman dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan aktivitas produksi garam di wilayah pesisir Cirebon umumnya mulai berjalan pada Mei hingga Juni. Tapi musim hujan yang masih berlangsung membuat petani belum dapat mengolah tambak secara optimal.

Proses produksi garam, kata dia, sangat bergantung pada intensitas panas matahari untuk membantu penguapan air laut di area tambak. Oleh karena itu, petani belum dapat memasang geomembran atau lapisan plastik khusus untuk mempercepat kristalisasi garam selama kondisi tambak masih basah akibat hujan.

"Tambak harus benar-benar kering terlebih dahulu sebelum geomembran dipasang. Kalau masih hujan, produksi belum bisa berjalan,” terang Teguh Budiman.

Dia menuturkan, kondisi tahun ini diperkirakan masih lebih baik dibandingkan 2025, ketika fenomena kemarau basah membuat musim produksi garam mundur cukup panjang. Pada tahun lalu, petani garam di Kabupaten Cirebon baru dapat memulai produksi sekitar Agustus hingga September sehingga hasil panen mengalami penurunan.

Meski demikian, DKPP Kabupaten Cirebon memperkirakan produksi garam mulai berjalan dalam waktu dekat apabila cuaca mulai membaik pada Juni 2026. Pemerintah daerah juga mulai mendorong penggunaan teknologi tunnel atau penutup tambak, guna mengurangi ketergantungan produksi terhadap cuaca.

Namun, dia mengakui penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Cirebon masih terbatas dan baru digunakan di wilayah Suranenggala. Kebutuhan garam dari Kabupaten Cirebon, masih cukup tinggi terutama untuk mendukung sektor industri.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Sebut Situs Huludayeuh Simpan Jejak Kerajaan Sunda

Pemkab Cirebon Sebut Situs Huludayeuh Simpan Jejak Kerajaan Sunda

Situs Batu Tulis Huludayeuh di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, menyimpan jejak penting peninggalan Kerajaan Sunda di wilayah Cirebon, saat ini menjadi destinasi edukasi sejarah dan budaya

Pemkot Cirebon Optimalkan RPH untuk Penyembelihan Hewan Kurban

Pemkot Cirebon Optimalkan RPH untuk Penyembelihan Hewan Kurban

Pemkot Cirebon optimalkan peran Rumah Potong Hewan (RPH) untuk mendukung pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang higienis dan sesuai syariat selama Idul Adha

DKP3 Kota Cirebon Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit Berbahaya

DKP3 Kota Cirebon Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit Berbahaya

DKP3 Kota Cirebon memastikan ternak yang dijadikan sebagai hewan kurban bebas dari penyakit berbahaya pada Idul Adha 2026

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia