Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Arti dan Hikmah Hari Tasyrik Setelah Idul Adha, Mengapa Umat Muslim Dilarang Berpuasa?

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:12 WIB
Ilustrasi Hari Tasyrik (Magnific)
Ilustrasi Hari Tasyrik (Magnific)

JawaPos.com - Bagi umat Muslim, Hari Tasyrik dikenal sebagai momen setelah Idul Adha yang penuh dengan makna khusus. Selain dianjurkan untuk menyantap hidangan kurban, masyarakat juga diajak untuk memanfaatkan hasil penyembelihan dengan sebaik-baiknya. 

Melansir dari laman About Islam, sejarah Hari Tasyrik ternyata berhubungan dengan metode penyimpanan daging tradisional di masa lampau. Karena belum ada kulkas atau teknologi pendingin, daging kurban biasanya diiris tipis, diberi garam, dan dijemur di bawah sinar matahari agar awet dan tidak mubazir.

Istilah tasyrik sendiri berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan cahaya atau sinar matahari, merujuk pada proses pengawetan melalui penjemuran. Namun, praktik ini sekarang mulai jarang dilakukan, terutama di kalangan jemaah haji karena perkembangan teknologi telah menghadirkan metode penyimpanan daging yang lebih modern dan praktis.

Pada Hari Tasyrik, umat Muslim dilarang untuk berpuasa. Sebaliknya, mereka dianjurkan untuk menikmati perayaan Idul Adha dengan makan dan mengolah daging kurban.

Hikmah di balik hari istimewa ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi para jemaah haji merayakan musim haji, sekaligus menganjurkan mereka memakan daging yang telah mereka persembahkan karena Allah SWT.

Di masa lalu, jemaah haji biasanya datang dari tempat yang sangat jauh, dan bagi mereka, daging merupakan santapan yang sangat mewah dan berharga. Kini, ketika daging telah tersedia dalam jumlah yang melimpah, mereka didorong untuk mengonsumsinya selama hari raya tanpa perlu merasa bersalah.

Dulu, berjalan-jalan di sekitar perkemahan Mina menyuguhkan pemandangan yang khas: asap mengepul di mana-mana dan aroma daging panggang yang semerbak menusuk hidung.

Puasa pada Hari Tasyrik hanya diperbolehkan bagi jemaah haji yang tidak mampu berkurban. Jemaah wajib berpuasa selama tiga hari selama pelaksanaan haji dan tujuh hari sisanya setelah tiba kembali di Tanah Air.

Hari Tasyrik sendiri berlangsung minimal selama dua hari, yaitu pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah. Sementara itu, hari ke-13 Zulhijah menjadi hari sunah bagi mereka yang ingin memperpanjang masa Hari Tasyrik.

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Artikel Terkait

6 Tips Ampuh Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Cuaca Panas Ekstrem

6 Tips Ampuh Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Cuaca Panas Ekstrem

Suhu ekstrem bisa bikin mulut kering dan gigi berlubang. Simak 6 tips menjaga kesehatan gigi agar tetap segar dan sehat selama musim panas.

6 Tips Mengontrol Keringat Berlebih agar Tetap Segar dan Percaya Diri saat Cuaca Panas

6 Tips Mengontrol Keringat Berlebih agar Tetap Segar dan Percaya Diri saat Cuaca Panas

Jangan biarkan keringat berlebih merusak hari Anda! Simak 6 cara efektif mengontrol keringat dan bau badan di cuaca panas, mulai dari pilihan pakaian hingga diet.

Pemkot Cirebon Optimalkan RPH untuk Penyembelihan Hewan Kurban

Pemkot Cirebon Optimalkan RPH untuk Penyembelihan Hewan Kurban

Pemkot Cirebon optimalkan peran Rumah Potong Hewan (RPH) untuk mendukung pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang higienis dan sesuai syariat selama Idul Adha

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia