Namun, silent treatment yang berkepanjangan dapat merusak hubungan, terutama pernikahan, dan menyebabkan rasa kesepian.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pahami dan lakukan untuk mendorong komunikasi kembali ketika pasangan melakukan silent treatment.
1. Jangan Berasumsi Anda Tahu Alasan di Balik Silent Treatment
Penyebab silent treatment yang dilakukan pasangan bisa amat rumit dan beragam, dan jangan pernah menganggap kita bisa langsung tahu apa yang ada dipikiran dan hati pasangan.
Jika pasangan belum menjelaskan mengapa dia melakukannya, asumsi itu akan menyebabkan masalah tersendiri.
2. Bersiap untuk Mendengarkan, Bukan Hanya Berbicara
Komunikasi adalah jalan dua arah yang membutuhkan berbicara dan mendengarkan, dan dalam kasus silent treatment, mendengarkan jauh lebih penting untuk membujuk pasangan.
Jika mereka merasa bahwa mereka tidak akan didengar, mereka akan tetap bungkam dan tidak akan menyelesaikan masalah.
3. Bersikap Ramah saat Pasangan Berusaha Berbicara
Ucapan 'terima kasih' ketika akhirnya pasangan mau berbicara kembali, adalah hal yang harus dilakukan ketimbang perkataan dengan nada menyindir
Sarkasme dapat merusak kemajuan nyata dalam berkomunikasi bersama, jadi jangan memutar mata dan membalas dengan sarkastik.
4. Tunjukkan Empati
Tunjukkan empati pada pasangan yang akhirnya mau menjelaskan alasan mereka melakukan silent treatment, ketimbang meminta mereka bersimpati atas kesepian yang dirasakan.
5. Bersedia untuk Melepas Dendam dan Meluangkan Waktu
Silent treatment bisa menyebabkan rasa dendam pada diri seseorang karena merasa tidak mengerti apa salah yang diperbuat.
Ketika pasangan ingin berbicara, bersiaplah untuk melepaskan dendam tersebut dan luangkan waktu untuk mereka agar dapat fokus berkomunikasi.
6. Bersiap untuk Meminta Maaf dan Memaafkan
Bisa jadi, silent treatment yang dilakukan pasangan adalah karena rasa sakit yang mereka rasakan karena perbuatan kita.
Jika hal itu terjadi, jangan bersikap defensif dan bersedialah untuk mengakui dan meminta maaf dengan tulus.
Namun jika sebaliknya, bersiap juga untuk memberikan maaf atas perasaan bersalah yang dimiliki oleh pasangan agar hubungan semakin dewasa dan terus bertumbuh.
7. Jangan Menyerah
Jika dalam prosesnya menyebabkan rasa lelah karena kesepian akibat silent treatment, jangan begitu saja menyerah, tapi carilah hal lain yang memberi semangat.
Komunikasi dan pernikahan terkadang merupakan kerja keras, namun sabar dalam mengejar penyelesaian dapat membuat pernikahan menjadi lebih kuat.
Editor : Candra Mega Sari