Jangan Jadi Korban FOMO! Kenali 4 Pemicu Psikologis Belanja Impulsif yang Bikin Kantong Jebol

JawaPos.com - Kehidupan modern yang serba instan membuat segala sesuatu bisa diakses hanya dengan sekali klik. Kemudahan berbelanja baju hingga bahan makanan ini sering kali membuat kita tidak lagi meluangkan waktu untuk berpikir jernih sebelum membeli. Akibatnya, pengeluaran tanpa arah pun menjadi kendala terbesar dalam mengelola keuangan.
Perlu diingat, belanja impulsif sama sekali bukan keputusan yang bijak. Atas nama penyembuhan stres atau retail therapy, seseorang bahkan bisa membelanjakan uang melebihi kapasitas pendapatannya.
Merujuk dari laman English Jagran, ada 4 faktor psikologis utama yang melatarbelakangi mengapa Anda begitu impulsif saat berbelanja online.
1. Sensasi Dopamin dari Kepuasan Instan
Banyak orang menyukai perasaan membeli sesuatu untuk diri sendiri, ini memicu pelepasan dopamine, yang menyebabkan kecanduan belanja impulsif.
Alhasil Anda benar-benar lupa untuk memeriksa dompet, jadi menyesali pembelian tersebut kemudian.
Alasan utama mengapa Anda kecanduan kebiasaan ini adalah kemudahan berbelanja yang disediakan oleh aplikasi, beserta opsi pembelian sekali klik.
Cara yang tepat untuk mengatasi masalah pembelian impulsif ini dengan aturan '48 jam'.
Artinya, sebelum pembelian besar, Anda akan menunggu selama 48 jam sebelum benar-benar membeli produk tersebut.
2. FOMO






