Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkot Cirebon Perkuat Kapasitas Guru Pendamping ABK

Kamis, 14 Mei 2026 | 21:45 WIB
Wali Kota Cirebon Effendi Edo. (Fathnur Rohman/Antara)
Wali Kota Cirebon Effendi Edo. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota Cirebon memperkuat kapasitas guru pendamping anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pelatihan pendidikan inklusif. Kegiatan itu diikuti 132 tenaga pendidik dari berbagai jenjang sekolah.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pendidikan inklusif menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa membedakan kondisi fisik maupun mental. Pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan penempatan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler, namun menyangkut cara pandang masyarakat dalam menerima keberagaman.

”Pendidikan inklusi bukan hanya soal kebijakan administratif menempatkan ABK di sekolah reguler. Inklusi merupakan cara pandang kita sebagai masyarakat dalam menerima keberagaman,” kata Effendi Edo.

Dia mengatakan, pelatihan itu digelar pada Selasa (12/5) sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga pendidik, dalam mendampingi ABK di lingkungan sekolah reguler. Keberhasilan dunia pendidikan saat ini diukur dari capaian akademik, serta kemampuan sekolah dalam merangkul seluruh peserta didik dengan latar belakang berbeda.

Dia mengatakan, sekolah perlu menjadi ruang belajar yang ramah bagi semua anak agar setiap peserta didik merasa diterima. Serta memperoleh kesempatan berkembang sesuai potensi masing-masing.

Menurut dia, guru dan tenaga pendamping memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di Kota Cirebon.

”Karena itu, pelatihan tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas teknis maupun pemahaman para pendidik dalam menghadapi tantangan selama mendampingi ABK di sekolah,” ungkap Effendi Edo.

Edo menambahkan pendidikan inklusif juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter masyarakat, yang lebih toleran dan menghargai sesama sejak usia dini.

”Pemerintah memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak, termasuk melalui sekolah reguler yang menerapkan sistem pendidikan inklusif,” terang Effendi Edo.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Perbaiki 466 Unit RTLH di Sejumlah Desa pada 2026

Pemkab Cirebon Perbaiki 466 Unit RTLH di Sejumlah Desa pada 2026

Pemkab Cirebon menargetkan perbaikan 466 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah desa menjadi rumah layak huni pada 2026 melalui anggaran APBD

Pemkot Cirebon Pastikan Adopsi Pengolahan Sampah Jadi Briket

Pemkot Cirebon Pastikan Adopsi Pengolahan Sampah Jadi Briket

Pemkot Cirebon memastikan mengadopsi sistem pengolahan sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah, salah satunya untuk pembuatan briket

Dinkes Cirebon Gencarkan ORI Guna Cegah Penyebaran Kasus Campak

Dinkes Cirebon Gencarkan ORI Guna Cegah Penyebaran Kasus Campak

Dinkes Kabupaten Cirebon gencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) guna mencegah penyebaran kasus campak terutama di kecamatan yang ditetapkan sebagai zona kejadian luar biasa (KLB)

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia