Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

BPS Cirebon Perkuat Desa Cantik Dukung Pembangunan Desa

Kamis, 14 Mei 2026 | 21:37 WIB
Pemaparan program Desa Cantik oleh BPS di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Pemaparan program Desa Cantik oleh BPS di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 untuk memperkuat tata kelola data desa. Yakni sebagai dasar pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di wilayah setempat.

Kepala BPS Kabupaten Cirebon Januari Wibowo mengatakan, program Desa Cantik merupakan program nasional yang berfokus pada penguatan kapasitas aparatur desa dalam menyusun dan mengelola data statistik.

”Sekarang itu desa bukan lagi sebagai objek, tapi desa sebagai subjek,” kata Januari Wibowo dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan pada 2026 terdapat tiga desa di Kabupaten Cirebon yang masuk dalam program Desa Cantik, kemudian dibina untuk mengikuti penilaian tingkat provinsi maupun nasional. Kabupaten Cirebon sebelumnya mencatat prestasi melalui Desa Karangwangi yang berhasil meraih juara pertama Desa Cantik tingkat Jawa Barat pada tahun lalu.

”Tahun lalu satu desa di Kabupaten Cirebon, Karangwangi, juara pertama se-Jawa Barat,” ujar Januari Wibowo.

Januari menilai, keberadaan data statistik di tingkat desa akan membuat proses pengambilan kebijakan menjadi lebih efektif. Sebab, seluruh kebutuhan dan potensi desa dapat dipetakan secara rinci.

Dia menuturkan pendataan dalam program Desa Cantik mencakup berbagai aspek, mulai dari sanitasi layak, kondisi gizi masyarakat, akses air minum, hingga infrastruktur desa melalui program Potensi Desa (Podes).

BPS Kabupaten Cirebon pun mendorong sinkronisasi data desa dengan program lain seperti desa wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal itu agar pembangunan desa berjalan lebih terintegrasi.

Selain itu, pihaknya turut memberikan masukan strategis kepada pemerintah daerah berdasarkan hasil survei lapangan, salah satunya terkait kebutuhan telur ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih banyak dipasok dari luar daerah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkot Cirebon Pastikan Adopsi Pengolahan Sampah Jadi Briket

Pemkot Cirebon Pastikan Adopsi Pengolahan Sampah Jadi Briket

Pemkot Cirebon memastikan mengadopsi sistem pengolahan sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah, salah satunya untuk pembuatan briket

Dinkes Cirebon Gencarkan ORI Guna Cegah Penyebaran Kasus Campak

Dinkes Cirebon Gencarkan ORI Guna Cegah Penyebaran Kasus Campak

Dinkes Kabupaten Cirebon gencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) guna mencegah penyebaran kasus campak terutama di kecamatan yang ditetapkan sebagai zona kejadian luar biasa (KLB)

Disperdagin Catat Jumlah IKM di Kabupaten Cirebon Meningkat

Disperdagin Catat Jumlah IKM di Kabupaten Cirebon Meningkat

Disperdagin Kabupaten Cirebon mencatat jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) meningkat dari 168 unit pada 2024 menjadi 175 unit pada 2025

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia