JawaPos.com–Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Majalengka mengoptimalkan pemanfaatan kios di Pasar Kadipaten. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi.
Kepala Bidang Pasar Disperdagin Kabupaten Majalengka Taufikurrohman mengatakan, Pasar Kadipaten memiliki 1.449 kios, dengan 978 unit aktif dan 471 unit belum aktif. Pihaknya fokus melakukan penataan guna mendongkrak pendapatan.
Dia menyebutkan, dari 471 kios yang belum aktif tersebut, sebanyak 451 unit masih dalam kondisi layak pakai, sementara 20 unit lainnya tidak layak. Kondisi tersebut menjadi sumber daya yang dapat segera dioptimalkan melalui pembinaan dan penertiban agar kios kembali dimanfaatkan pedagang.
Baca Juga: Gudang PDAM Kebakaran, Dua Mobil dan 1 Motor Hangus
”Penataan dan pembinaan terus kami lakukan agar pengelolaan pasar lebih optimal, sekaligus mendorong peningkatan PAD dari sektor retribusi,” ujar Taufikurrohman dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, langkah penataan meliputi penertiban penggunaan kios, peningkatan kedisiplinan pedagang, serta penguatan pengawasan terhadap kewajiban pembayaran retribusi. Selain itu, Disperdagin melakukan pendataan ulang dan evaluasi kondisi kios untuk memastikan seluruh potensi pendapatan dapat tergarap maksimal.
Disperindagin mengimbau pemilik kios yang belum aktif, agar segera membuka kembali usahanya dan memenuhi kewajiban retribusi sesuai ketentuan.
Baca Juga: Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kredit BPR Bank Cirebon
”Para pedagang diminta kembali membuka kiosnya dan memastikan kewajiban retribusi tetap berjalan sesuai ketentuan,” tandas Taufikurrohman.
Dari sisi pendapatan, kata dia, Pasar Kadipaten mencatat realisasi PAD pada 2025 sebesar Rp765.682.000 dari target Rp 850.975.000 atau mencapai 89,98 persen. Sementara pada 2026, pihaknya mendata target PAD ditetapkan sebesar Rp 818.100.000 dengan realisasi hingga triwulan pertama tahun ini mencapai Rp 176.786.000.
Capaian tersebut menunjukkan potensi pasar masih dapat ditingkatkan, melalui optimalisasi kios dan kepatuhan pedagang. Selain itu, Taufikurrohman menegaskan pemerintah daerah akan mengambil alih kios yang tetap tidak beroperasi tanpa alasan jelas agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkontribusi terhadap PAD.
”Dengan penataan yang terus dilakukan serta meningkatnya kesadaran pedagang, kami optimistis target PAD tahun ini dapat tercapai,” ujar Taufikurrohman.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah