Dilansir dari YouTube Laely Passions, di Desa Lelea, salah satu daya tarik utama dalam tradisi Ngarot adalah hiasan kepala para gadis yang dirangkai dari bunga-bunga segar. Mahkota ini dirangkai oleh sesepuh desa seperti Nyai Kaneda bersama rekannya, Daini. Mereka dengan telaten menyusun bunga kenanga dan bunga-bunga lain yang dipetik langsung dari kebun atau dibeli dari tetangga.
Rangkaian ini disusun menggunakan bambu dan alat tusuk khusus, membutuhkan sekitar 15 hingga 20 tusuk untuk satu kepala. Hasilnya sangat indah dan mencerminkan kecintaan masyarakat terhadap keindahan dan kearifan lokal. Nyai Kaneda sendiri telah merangkai mahkota sejak masa mudanya, meneruskan kebiasaan dari mertuanya yang juga seorang perias tradisional.
Selain mahkota bunga, gadis-gadis peserta Ngarot juga mengenakan kebaya dan kain batik tulis khas Indramayu. Setiap detail busana mengandung makna dan menjadi lambang kesucian serta kesiapan mereka untuk menghadapi kehidupan dewasa. Dalam beberapa kasus, upacara ini juga menjadi titik awal pertemuan jodoh, karena mempertemukan para pemuda dan pemudi desa dalam suasana yang sakral dan penuh harapan.
Tradisi Ngarot menjadi semakin istimewa karena dilestarikan oleh generasi muda. Para gadis belia, sebagian besar masih duduk di bangku SMP, dengan bangga memakai busana adat lengkap. Mereka merasa senang dan bangga bisa menjadi bagian dari tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun.
Ketika ditanya tentang cara menjaga agar tradisi ini tetap hidup, mereka menyatakan bahwa pelestarian bisa dimulai dari hal sederhana: mengikuti tradisi, belajar dari orang tua, dan terus menjunjung tinggi budaya lokal. Mereka percaya bahwa Ngarot harus terus diadakan setiap tahun, terutama di bulan Desember sebagai momen budaya yang penuh makna.
Upacara Ngarot tidak hanya memperlihatkan keindahan visual melalui busana dan rangkaian bunga, tetapi juga sarat akan nilai-nilai moral dan sosial. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga akar budaya dan meneruskannya kepada generasi berikutnya. Di tengah derasnya arus modernisasi, Ngarot adalah bukti nyata bahwa budaya lokal tetap bisa hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.
Melestarikan budaya bukan hanya tugas orang tua atau sesepuh desa, melainkan tanggung jawab bersama, terutama generasi muda. Dengan semangat, cinta, dan kebanggaan terhadap tradisi, Ngarot Lelea akan terus menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
Editor : Candra Mega Sari