Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengenal Tradisi Ceng Beng, Ziarah Kubur Versi Masyarakat Tionghoa di Cirebon

Siti Nahdia Usman • Selasa, 19 November 2024 | 13:27 WIB
Ilustrasi prosesi Ceng Beng
Ilustrasi prosesi Ceng Beng
JawaPos.com – Cirebon merupakan kota yang kaya akan sejarah dan budaya. Kota ini memiliki tradisi yang unik dan menarik, salah satunya adalah Ceng Beng. Perayaan tahunan ini menjadi momen bagi masyarakat Tionghoa di Cirebon untuk menghormati leluhur.
 
Tradisi Ceng Beng, yang juga dikenal sebagai Festival Qing Ming, merupakan salah satu ritual penting bagi masyarakat Tionghoa, termasuk di Cirebon. Nama Qingming sendiri berarti "ketenangan dan kejernihan," yang mencerminkan musim semi sebagai waktu yang tepat untuk membersihkan makam dan memperbarui hubungan spiritual dengan leluhur.
 
Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 4-5 April dan berfungsi sebagai momen untuk mengenang serta menghormati leluhur. Dalam konteks masyarakat Tionghoa di Cirebon, Ceng Beng bukan hanya sekadar ziarah kubur, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga.
 
Ceng Beng memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Tionghoa. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi ini juga melambangkan rasa syukur dan balas budi anak kepada orang tua. Melalui ritual ini, generasi muda diajarkan untuk menghargai jasa-jasa orang tua dan leluhur mereka yang telah berjuang untuk kehidupan mereka saat ini.
 
Ritual Ceng Beng biasanya dimulai dengan persiapan yang dilakukan sekitar 10 hari sebelum hari pelaksanaan. Anggota keluarga akan membersihkan makam leluhur dan mempersiapkan berbagai sesajian yang akan diletakkan di atas makam saat hari H. Sesajian ini biasanya terdiri dari nasi, daging hewan, buah-buahan, dan kue-kue.
Baca Juga: Menggali Makna dari Tradisi Grebeg Syawal, Ritual Spiritual Keraton Kanoman Cirebon yang Masih Lestari hingga Saat Ini
Pada hari pelaksanaan Ceng Beng, para peziarah akan datang ke makam sejak dini hari. Mereka melakukan sembahyang dan meletakkan sesajian sebagai simbol penghormatan. Setelah itu, mereka juga membakar kertas sembahyang dan uang-uangan yang dipercaya akan membantu arwah leluhur di alam sana.
 
Salah satu aspek penting dari tradisi Ceng Beng adalah kebersamaan keluarga. Banyak anggota keluarga yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri untuk berkumpul dan melaksanakan ritual ini bersama-sama. Hal ini memperkuat ikatan antar anggota keluarga meskipun mereka mungkin memiliki perbedaan dalam agama atau keyakinan.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Nadran, Sebuah Ritual Unik Nelayan Indramayu yang Masih Eksis hingga Saat Ini
Editor : Candra Mega Sari
#cirebon #ziarah kubur #tradisi #ceng beng #tionghoa