JawaPos.com - Wawancara kerja bukan cuma tentang perusahaan yang mengenal Anda, tapi juga momen penting bagi Anda untuk melihat apakah kerja sama bisa berjalan baik atau malah sebaiknya dihindari.
Menurut survei, manajer yang buruk cenderung punya tiga hingga empat kali lebih banyak karyawan yang "diam-diam berhenti" dibandingkan dengan manajer yang baik.
Jadi, punya lingkungan kerja yang sehat itu sangat penting. Bos yang tidak baik bukan hanya bikin pekerjaan terasa berat, tapi juga bisa memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Namun, bagaimana cara mengetahui jika lingkungan kerja yang ditawarkan justru berpotensi toxic?
Jika Anda sedang mencari perusahaan dengan suasana kerja yang positif, penting untuk jeli memperhatikan tanda-tanda buruk di tempat kerja sejak awal.
Lalu, apa saja tanda yang perlu diwaspadai saat wawancara kerja agar Anda tidak terjebak dalam lingkungan yang salah?
Harvard Business Review mempermudah dengan mengidentifikasi tiga tanda utama bahwa tempat kerja potensial Anda mungkin memiliki masalah serius.
Dilansir dari YourTango, berikut adalah tiga tanda tempat kerja toxic yang harus Anda waspadai saat wawancara kerja:
1. Proses Wawancara yang Dipaksakan atau Terburu-buru
Jika proses wawancara terasa tidak profesional atau terburu-buru, itu bisa jadi pertanda buruk. Contohnya:
- Jadwal wawancara yang terus berubah-ubah.
- Komunikasi yang tidak sopan atau tidak konsisten.
- Wawancara yang dilakukan dengan tergesa-gesa sehingga Anda merasa kewalahan.
Menurut Job Lalgee, pendiri Realest Recruit, perusahaan yang baik biasanya memberikan waktu setidaknya seminggu untuk mempertimbangkan tawaran kerja.
Jika perusahaan terburu-buru meminta jawaban atau tidak konsisten selama prosesnya, itu mungkin mencerminkan lingkungan kerja yang tidak sehat.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Bahaya Handphone, Dapat Membuat Remaja Berhalusinasi
2. Sikap Karyawan terhadap Atasan Mereka
Saat wawancara, perhatikan suasana di sekitar Anda. Beberapa hal yang perlu dicermati:
- Apakah karyawan terlihat nyaman dan bahagia bekerja, atau justru terlihat cemas?
- Bagaimana cara karyawan berbicara tentang manajemen?
Selain itu, waspadai kata-kata atau frasa seperti:
- Perusahaannya kecil, tapi banyak peluang untuk membuat dampak.
- Kami percaya pada meritokrasi.
- Kami telah melakukan banyak perubahan untuk memperbaiki organisasi perusahaan.
Kalimat-kalimat seperti ini sering menjadi tanda bahwa ada masalah yang lebih besar di balik layar.
3. Tingkat Pergantian Karyawan yang Tinggi
Jika perusahaan sering memasang lowongan yang sama atau memiliki banyak posisi kosong yang tidak terisi, itu bisa menjadi indikasi tingginya tingkat turnover karyawan.
Tanda lainnya:
- Anda dihubungi secara tiba-tiba oleh perekrut, tanpa alasan yang jelas.
- Mereka tampak terlalu antusias untuk mengisi posisi dengan cepat.
Tingkat pergantian karyawan yang tinggi sering kali menunjukkan adanya masalah besar di lingkungan kerja, seperti budaya kerja yang buruk atau tekanan berlebihan pada karyawan.
Lingkungan kerja yang toxic dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik Anda. Menurut American Psychological Association, stres kronis akibat pekerjaan bisa memicu depresi, penyakit jantung, dan kondisi kesehatan lainnya.
Jika Anda melihat tanda-tanda di atas saat proses wawancara, dengarkan intuisi Anda. Jangan ragu untuk mundur dan prioritaskan kesejahteraan Anda.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah