Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Bupati Kuningan Sebut Ekosistem Film Daerah Rawat Ingatan Kolektif

Antara • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:06 WIB
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat menghadiri screening film bertajuk Layar Lokal, Cerita Kita di Kuningan. (Pemkab Kuningan/Antara)
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat menghadiri screening film bertajuk Layar Lokal, Cerita Kita di Kuningan. (Pemkab Kuningan/Antara)

 

JawaPos.com–Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyebut ekosistem film local daerah di Kabupaten Kuningan memiliki peran penting dalam merawat ingatan kolektif Masyarakat. Terutama ketika karya tersebut mengangkat cerita-cerita lokal.

Dian mengatakan, film merupakan bahasa zaman yang menghadirkan hiburan, mampu menyampaikan pesan, nilai, serta cara pandang masyarakat terhadap kehidupan.

”Film mengandung makna dan pesan yang kuat. Ketika sineas Kuningan mengangkat kisah lokal, sejatinya mereka sedang merawat ingatan kolektif masyarakat tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan,” kata Dian Rachmat Yanuar saat menghadiri screening film bertajuk Layar Lokal, Cerita Kita di Kuningan seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Polres Kuningan Selidiki Asal Barang Bukti Empat Kasus Narkotika

Dia mengapresiasi para sineas muda di Kabupaten Kuningan, yang terus berkarya dan menghadirkan film-film dengan latar cerita lokal. Selain itu, komunitas di daerahnya telah berhasil kegiatan screening film bertajuk Layar Lokal, Cerita Kita.

Menurut dia, perkembangan perfilman daerah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, sekaligus memperkenalkan Kuningan melalui karya visual. Pihaknya merencanakan pembangunan bioskop di kawasan bekas lapangan pacuan kuda sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuhnya ekosistem perfilman di daerah.

”Kami berharap ke depan semakin banyak film yang mengangkat cerita lokal Kuningan dan mampu menembus festival film nasional,” ujar Dian Rachmat Yanuar.

Baca Juga: Anggota DPR Herman Khaeron Sebut Stok BBM Aman antuk Kebutuhan Mudik Lebaran 2026

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparbud Jawa Barat Barat Rispiaga mengapresiasi berkembangnya sub sektor perfilman di Kabupaten Kuningan. Selama ini sektor ekonomi kreatif di daerah umumnya bertumpu pada kriya, fesyen, dan kuliner, namun munculnya komunitas film menunjukkan adanya potensi baru yang patut dikembangkan.

Industri film besar, lanjut dia, biasanya berawal dari festival atau pemutaran film pendek yang kemudian melahirkan ekosistem yang mempertemukan komunitas, rumah produksi, hingga peluang kemitraan dengan industri yang lebih besar.

”Dari kegiatan yang terus berjalan, biasanya lahir kolaborasi dan jejaring yang kemudian mendorong tumbuhnya industri film di daerah,” ungkap Rispiaga.

Baca Juga: BI Cirebon Siapkan Rp 3,89 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran 2026

Sedangkan, Ketua Forum Film Kuningan Ence Bagus Hartono mengatakan, kegiatan screening film di daerahnya menjadi ruang bertemunya ide dan semangat berkarya para sineas lokal. Meskipun Kabupaten Kuningan hingga kini belum memiliki bioskop, para sineas muda tetap bersemangat memproduksi karya film dan menghadirkan cerita yang dekat dengan masyarakat.

”Kami ingin karya-karya film lokal memiliki ruang untuk diputar dan dinikmati masyarakat,” tandas Ence Bagus Hartono.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kuningan #ekonomi kreatif #film