Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menag Nasaruddin Umar Kenang Warisan Paus Fransiskus di Misa Requiem Katedral Jakarta

Fawwaz Ralli Perdana • Jumat, 25 April 2025 | 20:33 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan di hadapan umat Katolik dalam Misa Requiem bagi Paus Fransiskus di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (24/04/2025). (Dok. kemenag.go.id)
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan di hadapan umat Katolik dalam Misa Requiem bagi Paus Fransiskus di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (24/04/2025). (Dok. kemenag.go.id)
JawaPos.com - Dalam suasana hening dan penuh penghormatan, Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri Misa Requiem untuk Paus Fransiskus di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (24/4/2025). Acara ini menjadi momen reflektif atas wafatnya pemimpin umat Katolik dunia yang dikenal sebagai sosok pembawa damai dan simbol toleransi lintas agama.

Menag hadir bersama Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, serta ratusan umat yang memadati Gereja Katedral untuk mengenang jasa dan pesan Paus Fransiskus. Dalam sambutannya, Menag menyampaikan duka cita mendalam sekaligus ajakan untuk meneladani nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh almarhum Paus.

"Meski beliau telah wafat, pesan-pesannya akan tetap hidup di dalam batin kita. Orang bijak tidak pernah benar-benar wafat, tetapi justru semakin hidup, seperti lilin yang terus menyala dalam kalbu dan pikiran kita," ungkap Menag penuh haru, sebagaimana dikutip dari kemenag.go.id.

Ia menambahkan, nilai-nilai kebijaksanaan yang ditanamkan oleh Paus Fransiskus akan terus menjadi cahaya yang membimbing langkah umat manusia. "Ke mana pun kita pergi, cahaya itu akan selalu ada bersama kita," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Menag juga mengingat kembali momen bersejarah saat dirinya menandatangani Deklarasi Istiqlal bersama Paus Fransiskus. Deklarasi tersebut, kata Menag, memuat dua pesan fundamental yang relevan hingga kini.

Pertama, menurutnya, kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi yang konstruktif dalam menyelesaikan persoalan. Perdamaian dan dialog harus menjadi jalan utama dalam membangun harmoni antarumat beragama.

Pesan kedua, lanjutnya, adalah ajakan kepada seluruh umat untuk bersahabat dengan alam. "Jangan sampai kita menjadi penyebab kerusakan lingkungan yang justru mempercepat kehancuran dunia ini," tegasnya.

Menag menyampaikan bahwa Paus Fransiskus adalah sosok luar biasa yang telah menunjukkan keberanian moral dalam membela kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

"Atas nama pribadi, Imam Besar Masjid Istiqlal, sekaligus Menteri Agama Republik Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok luar biasa ini," ucapnya.

Setelah menyampaikan sambutan, Menag segera beranjak menuju Masjid Istiqlal pada pukul 17.45 WIB untuk menunaikan Salat Magrib berjamaah. Langkah ini mencerminkan komitmennya terhadap harmoni antaragama yang nyata, bukan sekadar simbolik.

Sementara itu, di Gereja Katedral, Misa Requiem dimulai pada pukul 18.00 WIB dengan khidmat. Umat Katolik hadir dalam keheningan dan doa bersama untuk mengenang pemimpin mereka yang telah wafat.

Kehadiran Menag dalam acara ini menjadi simbol kuat persaudaraan lintas agama di Indonesia. Momen tersebut menegaskan kembali bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi persatuan dalam kemanusiaan dan kedamaian.

Paus Fransiskus mungkin telah tiada secara fisik, tetapi semangat dan warisannya akan terus hidup dalam lintas komunitas dan generasi. Dan bagi bangsa Indonesia, teladan itu akan terus disemai dalam semangat toleransi dan persaudaraan sejati.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Indonesia Kini Bangsa Pemberi, Bukan Lagi Peminta Pangan

Editor : Candra Mega Sari
#gereja katedral jakarta #menteri agama #paus fransiskus #nasaruddin umar