JawaPos.com - Ayam woku menjadi salah satu kuliner khas Manado yang terkenal dengan cita rasa pedas gurihnya. Hidangan ini memadukan rempah-rempah segar dengan ayam yang dimasak hingga bumbunya meresap sempurna. Cocok untuk pencinta makanan pedas yang ingin mencoba sensasi berbeda dari masakan ayam biasa.
Dilansir dari Foods.id pada Jumat (25/04), resep ayam woku sebenarnya cukup sederhana namun membutuhkan ketelatenan dalam mengolah bumbunya. Seperti membuat sambal dabu-dabu, kunci kelezatannya terletak pada kesegaran bahan dan teknik memasak yang tepat. Yuk, simak resep lengkapnya berikut ini!
Bahan-Bahan Ayam Woku yang Autentik
- 1 kg sayap ayam
- 6 buah cabai merah keriting
- 6 buah cabai rawit merah
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 butir kemiri sangrai
- 1 ruas jahe bakar
- 1 ruas kunyit bakar
- 1 lembar daun pandan
- 1 lembar daun kunyit
- 6 lembar daun jeruk
- 3 lembar daun salam
- 1 batang daun bawang
- 3 ikat kemangi
- ½ sdt lada bubuk
- 1 sdt garam
-½ sdt gula pasir
- Minyak goreng secukupnya
- 1 gelas air
Langkah-langkah Membuat Ayam Woku Autentik
Cuci bersih sayap ayam lalu rendam dengan air jeruk nipis dan sedikit garam. Diamkan selama 15 menit untuk menghilangkan bau amis. Sambil menunggu, haluskan semua bumbu kecuali daun-daunan dan kemangi.
Panaskan minyak dalam wajan, goreng ayam bersama daun kunyit, daun pandan, daun jeruk, dan daun salam hingga berubah warna.
Masukkan bumbu halus, aduk rata dengan api kecil hingga harum. Tuang air sedikit demi sedikit, masak hingga kuah menyusut. Tambahkan lada, garam, dan gula pasir. Koreksi rasa sesuai selera.
Terakhir, masukkan daun kemangi dan daun bawang yang sudah disiangi. Aduk sebentar lalu matikan api. Proses memasaknya mirip seperti membuat rendang, butuh kesabaran agar bumbu benar-benar meresap sampai ke dalam daging ayam. Jangan terburu-buru, biarkan magic rempah-rempah bekerja!
Tips Penyajian Biar Makin Mirip Aslinya
Untuk hasil terbaik, sajikan ayam woku selagi panas dengan nasi putih pulen. Tambahkan sambal dabu-dabu atau colo-colo sebagai pendamping untuk menambah sensasi pedasnya. Kalau mau lebih autentik, hidangkan di atas daun pisang seperti di warung-warung Manado.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah