JawaPos.com – Menstruasi atau haid sering kali dianggap sebagai masa di mana ibadah menjadi terbatas, terutama bagi perempuan yang terbiasa menjalankan rutinitas keagamaan. Padahal, meskipun ada beberapa larangan, masih banyak ibadah yang tetap bisa dilakukan saat haid. Memahami hal ini penting agar tetap bisa mendekatkan diri kepada Tuhan tanpa merasa terhambat. Dengan begitu, masa haid tetap bisa dimanfaatkan untuk meraih pahala dan ketenangan batin.
Dalam Islam, haid adalah kondisi alami yang dialami setiap perempuan sebagai bagian dari fitrah. Oleh karena itu, ibadah tetap bisa dijalankan dengan cara yang diperbolehkan sesuai ajaran agama. Mengetahui berbagai jenis ibadah yang tetap bisa dilakukan akan membantu perempuan tetap produktif secara spiritual selama haid.
Saat mengalami haid, perempuan dibebaskan dari kewajiban sholat dan tidak diperbolehkan menyentuh mushaf Alquran. Namun, hal ini tidak berarti mereka harus berhenti beribadah sepenuhnya. Ada banyak amalan yang tetap bisa dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT selama masa haid.
Dilansir dari mui.or.id, berikut beberapa amalan yang bisa diamalkan saat sedang haid.
1. Memperbanyak Dzikir dan Sholawat
Salah satu ibadah yang dapat dilakukan adalah memperbanyak dzikir dan sholawat. Mengucapkan dzikir dan sholawat tetap diperbolehkan meskipun sedang dalam keadaan haid. Bahkan, dengan memperbanyak bacaan seperti tahmid, tasbih, dan takbir, seseorang bisa meraih ketenangan hati sekaligus pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda:
"يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة"
"Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1.000 kebaikan atau dihapus darinya 1.000 kesalahan." (HR Muslim).
2. Murajaah
Selain itu, perempuan juga dapat tetap mendapatkan pahala membaca Alquran dengan melakukan murajaah atau mengulang hafalan ayat-ayat yang telah dikuasai.
Meskipun menyentuh mushaf secara langsung tidak diperbolehkan, mereka tetap bisa membaca dan memahami Alquran melalui hafalan atau terjemahannya. Dengan cara ini, pahala membaca Alquran tetap bisa diperoleh meskipun sedang dalam kondisi haid.
3. Beristighfar
Amalan lain yang bisa dilakukan adalah istiqamah dalam beristighfar. Membaca istighfar merupakan bentuk ibadah yang memiliki banyak keutamaan, seperti dijanjikan jalan keluar dari setiap kesulitan serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Rasulullah SAW bersabda:
"من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب"
"Barangsiapa yang istikamah membaca istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR Abu Dawud).
4. Menjaga Kebersihan Diri
Selain itu, menjaga kebersihan juga merupakan hal yang sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk saat sedang haid. Banyak mitos yang menyebutkan bahwa perempuan tidak boleh menyisir rambut atau memotong kuku selama haid, padahal hal tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Aisyah saat ia mengalami haid dalam perjalanan haji:
"…..دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي"
"Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan bersisirlah…” (HR Bukhari 317 & Muslim 1211).
Dengan mengamalkan ibadah-ibadah ini, perempuan tetap bisa menjaga hubungan spiritualnya dengan Allah SWT meskipun sedang haid.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah