Sebuah studi baru menunjukkan bahwa konsumsi yogurt secara rutin berpotensi melindungi tubuh dari kanker kolorektal, khususnya jenis tumor usus tertentu. Temuan ini memberikan harapan baru dalam pencegahan kanker melalui perubahan gaya hidup.
Studi Temukan Hubungan Yogurt dan Tumor Usus
Penelitian yang dipublikasikan di Medical News Today menyoroti hubungan antara konsumsi yogurt dan risiko kanker kolorektal. Studi ini melibatkan analisis data dari sejumlah besar peserta untuk mengamati pola makan dan kejadian kanker. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi dua porsi yogurt atau lebih setiap minggu memiliki risiko 20% lebih rendah terkena tumor usus positif Bifidobacterium. Tumor positif Bifidobacterium adalah jenis kanker kolorektal yang spesifik, yang menjadi fokus dalam studi ini.
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini signifikan dalam konteks pencegahan kanker. Konsumsi yogurt yang relatif mudah dan terjangkau, berpotensi menjadi strategi pencegahan yang efektif.
Gemma Balmer-Kemp, PhD, Kepala Penelitian di Cancer Research UK's Cancer Grand Challenges, salah satu penyandang dana penelitian ini, mengatakan meskipun penelitian ini telah menunjukkan korelasi antara konsumsi yogurt dalam jangka panjang dan tingkat yang lebih rendah dari kanker kolorektal proksimal yang positif untuk Bifidobacterium, lebih banyak penelitian diperlukan untuk memahami peran penyebab Bifidobacterium dan mekanisme yang terlibat jika demikian.
"Spesies bakteri endogen sangat menarik untuk diaplikasikan dalam kesehatan manusia. Studi ini memberikan bukti baru tentang manfaat potensial yogurt (yang mengandung bakteri hidup) dalam mengurangi risiko subtipe kanker kolorektal tertentu," kata Gemma.
Studi ini memberikan dasar ilmiah untuk rekomendasi diet yang lebih spesifik dalam upaya mengurangi beban kanker kolorektal.
Baca Juga: 6 Manfaat Serat untuk Kesehatan Pencernaan, Jantung dan Penurunan Berat Badan yang Perlu Anda Ketahui
Yogurt Perkuat Dinding Usus
Selain menurunkan risiko tumor, penelitian itu juga menyoroti mekanisme potensial yogurt dalam melindungi usus. Yogurt diketahui mengandung probiotik, bakteri baik yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Probiotik dalam yogurt diduga dapat memperkuat gut barrier atau dinding usus, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Dinding usus yang kuat berfungsi sebagai penghalang selektif yang mencegah zat berbahaya masuk ke aliran darah. Dengan memperkuat dinding usus, yogurt dapat membantu mengurangi peradangan dan kerusakan sel yang dapat memicu kanker. Selain itu, Bifidobacterium yang didukung oleh yogurt, memainkan peran menguntungkan dalam menekan pertumbuhan tumor.
Mekanisme Yogurt Melawan Kanker
Mekanisme pasti bagaimana yogurt dapat melindungi dari kanker kolorektal masih terus diteliti. Namun, studi ini memberikan petunjuk penting tentang peran gut microbiome. Gut microbiome adalah komunitas kompleks mikroorganisme yang hidup di dalam saluran pencernaan, yang sangat mempengaruhi kesehatan tubuh.
Konsumsi yogurt secara teratur dapat memodulasi komposisi dan fungsi gut microbiome. Perubahan positif dalam gut microbiome inilah yang diduga menjadi kunci efek perlindungan yogurt terhadap kanker kolorektal. Dengan kata lain, yogurt membantu menciptakan lingkungan usus yang tidak kondusif bagi perkembangan tumor.
Temuan studi ini memberikan bukti awal yang menjanjikan tentang potensi yogurt dalam pencegahan kanker kolorektal. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan memahami mekanisme sepenuhnya, hasil studi ini memberikan harapan baru. Konsumsi yogurt sebagai bagian dari diet seimbang, berpotensi menjadi cara sederhana dan lezat untuk menjaga kesehatan usus dan mengurangi risiko kanker kolorektal. Dengan demikian, menambahkan yogurt ke dalam menu harian mungkin adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Editor : Candra Mega Sari