Penyakit kulit ini biasanya terjadi pada area atas lengan bagian atas, pipi, paha, dan bokong. Keratosis pilaris tidak menular. Awal munculnya biasanya ditandai dengan tumbuhnya benjolan kecil seperti jerawat. Kondisi seperti ini biasa disebut dengan kulit ayam karena bentuknya yang serupa, yaitu benjolan kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit pada kulit di sekitar folikel rambut pada area tubuh seperti lengan, kaki, dan bokong.
Keratosis pilaris pada kulit terlihat merah, coklat atau putih dan bisa memburuk saat cuaca dingin atau selama kehamilan. Penyebabnya adalah produksi keratin berlebih di kulit. Kondisi ini tidak berbahaya dan biasanya hilang di usia 30-an, tetapi dapat mengganggu kepercayaan diri. Untuk mengatasinya dokter dapat meresepkan pelembap untuk membantu memperbaiki tampilan kulit.
Bintik pada keratosis pilaris muncul karena pori-pori kulit tersumbat oleh penumpukan keratin. Penyebab penumpukan keratin belum diketahui, diduga akibat kelainan genetik.
Dilansir dari laman alodokter.com, keratosis pilaris lebih sering timbul pada individu dengan kondisi berikut:
- Berjenis kelamin wanita
- Memiliki keluarga dengan keratosis pilaris
- Memiliki kondisi kulit yang cenderung kering, seperti pada penderita iktiosis dan eksim atopik
Dokter biasanya mendiagnosis keratosis pilaris melalui pemeriksaan fisik. Uji medis tambahan tidak diperlukan karena kondisi ini mudah dikenali. Penyakit ini tidak berbahaya dan perawatan hanya untuk mengurangi gejala.
Lantas bagaimana pengobatan yang tepat? Dilansir dari laman ciputrahospital.com, berikut beberapa perawatan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan:
1. Krim Pelembap
Kulit kering bisa memperburuk gejala yang ada. Oleh karena itu, menjaga kulit tetap terhidrasi bisa mengurangi benjolan. Oleskan krim pelembap beberapa kali sehari, terutama setelah mandi saat kulit masih lembap.
2. Krim Obat
Krim yang mengandung vitamin A dapat mengurangi penumpukan keratin di kulit. Ini memerlukan resep dokter karena penggunaan berlebihan bisa menyebabkan iritasi.
3. Eksfoliasi
Disarankan untuk eksfoliasi kulit dengan lap kecil atau body scrub di area benjolan kecil. Jangan menggosok terlalu keras.
4. Laser
Perawatan laser dapat memperbaiki perubahan warna kulit. Hubungi dermatologis untuk jenis laser yang cocok.
5. Menjaga Hidrasi Kulit
Menjaga kelembapan kulit dapat membantu memperbaiki kondisi. Cara-cara yang bisa dilakukan termasuk tidak mandi terlalu lama, tidak menggunakan air panas, menggunakan sabun ringan, memakai humidifier, dan mengoleskan pelembap setiap hari.
Keratosis pilaris butuh waktu untuk hilang, biasanya terlihat perubahan setelah 4 hingga 6 minggu. Banyak kasus akan membaik dengan sendirinya saat memasuki usia 20 tahun.Itulah informasi keratosis pilaris yang perlu anda ketahui. Bila mengalami gejala diatas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih jauh.
Baca Juga: 4 Manfaat Air Lemon untuk Kesehatan Kulit: Rahasia Kecantikan Alami yang Wajib Kamu Coba
Editor : Candra Mega Sari