Melansir dari laman verywellmind.com pada Rabu (27/11), berikut adalah delapan tips jitu agar kamu bangkit lebih cepat setelah putus cinta, panduan langsung dari para pakar.
Terutama jika kamu baru saja keluar dari hubungan jangka panjang, mungkin ada perasaan seolah-olah sebagian dirimu hilang. Bahkan jika hubungan itu penuh masalah, rasa kehilangan tetap bisa hadir.
Luangkan waktu untuk menangis. Percayalah, menangis bisa menjadi bentuk pelepasan yang justru membantu suasana hati membaik. Pakar menyebut bahwa membiarkan dirimu tenggelam dalam emosi sesaat, seperti menangis atau merasakan sakitnya perpisahan merupakan langkah yang sehat.
Namun, penting juga untuk tidak terlalu lama terjebak di fase ini. Proses penyembuhan setiap orang memang berbeda, tetapi kamu perlu memberi batas waktu untuk meratapi apa yang terjadi. Tidak ada jalur penyembuhan yang "lurus," tetapi ingatlah bahwa ini adalah bagian dari perjalananmu untuk merasa lebih baik.
2. Singkirkan Kenangan Mantan
Tentu saja, ini tidak berarti kamu harus membakar barang-barang mereka atau membuang semuanya. Cukup simpan kenangan itu di dalam kotak, jauh dari pandanganmu sehari-hari.
Selain barang fisik, jangan lupa juga membersihkan media sosialmu. Unfriend, unfollow, atau bahkan blokir akun mantanmu jika perlu. Meski mungkin berat, terus melihat foto atau unggahan mereka hanya akan membuatmu terjebak di masa lalu. Bahkan, melihat mereka bersama pasangan baru bisa menambah rasa sakit.
Semakin sedikit koneksi yang tersisa, semakin mudah bagimu untuk move on. Jangan ragu untuk memberi jarak di dunia nyata maupun digital agar kamu bisa memulai lembaran baru dengan lebih ringan.
Baca Juga: Ternyata, Ini 7 Tanda-Tanda Orang Introvert Menyimpan Perasaan Cinta Terhadap Anda!
3. Tutup Kesempatan untuk Berhubungan Lagi
Namun, penutupan ini harus dilakukan dengan cara yang sehat. Misalnya, bertemu mantan dengan alasan ingin "menyelesaikan masalah" atau berbicara sebagai teman sering kali justru membuat luka semakin terbuka. Sebagian besar dari kita pernah mencoba, dan hasilnya hanya membuat kita menangis sendirian lagi di mobil.
Cara yang lebih sehat adalah mengekspresikan perasaanmu melalui media lain, seperti menulis surat untuk mantan. Ungkapkan semua yang tidak sempat kamu katakan selama hubungan, tetapi jangan kirim surat itu. Tujuan dari menulis surat ini adalah untuk dirimu sendiri sebagai bentuk pelepasan emosi, bukan untuk berharap reaksi dari mereka.
Mengirimkan surat emosional justru bisa menjadi bumerang. Kamu mungkin akan menyesalinya atau malah menghabiskan waktu memikirkan apakah mereka membacanya, apa pendapat mereka, dan apakah mereka akan merespons. Sebaliknya, gunakan surat ini sebagai sarana untuk memahami dan menerima perpisahan.
Daripada memikirkan apa yang akan kamu rindukan, cobalah fokus pada kekurangan mantanmu. Tuliskan semua hal yang mengganggumu tentang mereka, baik yang besar maupun kecil.
- Tidak mau membahas masa depan bersama?
- Bahkan hal kecil seperti kebiasaan buruk di meja makan bisa kamu masukkan.
5. Jaga Dirimu
Berikut beberapa ide perawatan diri yang bisa kamu coba:
- Ikut kelas yoga
- Menulis jurnal
- Mendengarkan musik yang menenangkan
- Mendesain ulang kamar
- Mencoba aromaterapi
- Mendengarkan podcast inspiratif
6. Hubungkan Diri dengan Orang Lain
Cobalah untuk menghubungi keluarga dan teman-teman. Habiskan waktu bersama mereka, tertawa, dan lakukan hal-hal menyenangkan. Dukungan dari orang-orang terdekatmu akan membantu proses pemulihan.
Selain itu, buatlah daftar kontak darurat. Ini adalah orang-orang yang bisa kamu hubungi saat kamu tergoda untuk menghubungi mantan. Daripada kembali membuka luka lama, berbicaralah dengan mereka yang mendukungmu.
Namun, ingat untuk tidak selalu membicarakan tentang mantan kepada teman atau keluarga. Mereka bisa merasa lelah jika topik ini terus dibahas. Cobalah juga menjadi pendengar yang baik saat mereka membutuhkanmu.
7. Rencanakan Petualangan Solo
Cobalah untuk melakukan sesuatu sendirian. Tidak harus langsung bepergian jauh, tetapi mulailah dengan hal-hal kecil seperti menikmati malam santai sendiri atau hiking di akhir pekan.
Jika kamu ingin mencoba sesuatu yang baru, pilih aktivitas yang selama ini mantanmu tidak pernah mau lakukan. Ini adalah momenmu untuk menikmati kebebasan tanpa batas.
8. Terima Bahwa Semuanya Sudah Berakhir
Daripada terjebak berharap, terimalah kenyataan bahwa hubunganmu sudah selesai. Jangan habiskan waktu memikirkan apa yang salah atau bagaimana kamu bisa berubah. Hal-hal ini hanya akan membuatmu berputar-putar tanpa akhir.
Pahami bahwa banyak perpisahan terjadi bukan karena kesalahan satu pihak, melainkan karena ketidakcocokan. Kamu tidak perlu terlalu keras menilai dirimu sendiri.
Proses menerima kenyataan ini memang tidak instan. Kamu mungkin butuh waktu untuk benar-benar merasa damai dengan keadaan. Tapi percayalah, langkah kecil yang kamu ambil setiap hari akan membawamu lebih dekat pada pemulihan.
Jika kamu merasa sulit untuk melanjutkan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Terapis bisa membantumu mengatasi perasaan sulit dan memberikan strategi untuk kembali bangkit.