Sleep journal adalah catatan tidur yang bisa kamu buat untuk melacak pola tidurmu. Tidak perlu yang rumit atau mewah, kamu bisa menggunakan format apa saja, baik itu digital maupun fisik. Intinya, sleep journal berfungsi untuk merekam tidurmu dan segala faktor yang memengaruhinya, seperti makanan atau aktivitas sebelum tidur.
Beberapa orang lebih suka menulis sleep journal dalam bentuk narasi, menjelaskan pola tiduran mereka setiap hari. Sementara yang lain memilih cara yang lebih praktis, seperti grafik atau tabel sederhana dengan kotak centang atau angka untuk diisi.
Jika kamu bingung harus mulai dari mana, ada template sleep journal yang bisa diunduh gratis, seperti dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Template ini mencakup kolom untuk tanggal, konsumsi kafein atau alkohol, waktu olahraga, durasi tidur siang, hingga penilaian tingkat kantuk.
Selain itu, ada juga pilihan lain seperti aplikasi pelacak tidur atau perangkat wearable yang bisa mempermudahmu, seperti Oura, Calm, atau SleepWatch. Menariknya, sebuah penelitian kecil pada 2023 menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pelacak tidur membantu orang tetap konsisten melacak tiduran mereka.
Bagaimana Cara Menggunakan Sleep Journal?
Menggunakan sleep journal sebenarnya cukup sederhana dan bisa sangat membantu untuk melacak kualitas tidurmu. Ada banyak faktor yang bisa kamu catat, dan ini sangat bergantung pada apa yang ingin kamu pelajari tentang pola tidurmu. Berikut beberapa elemen yang umum untuk dicatat.
- Jumlah jam tidur dalam periode 24 jam.
- Tingkat kantuk yang kamu rasakan sepanjang hari.
- Obat-obatan harian yang kamu konsumsi.
- Jumlah minuman berkafein dan beralkohol serta waktu konsumsinya.
- Waktu tidur dan waktu bangun.
- Jenis dan durasi olahraga yang dilakukan.
- Tingkat kualitas tidur yang kamu rasakan.
- Tidur siang yang kamu ambil, jika ada.
- Waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.
- Kebangkitan malam atau gangguan tidur yang terjadi.
- Jika kamu merasa faktor lain, seperti stres atau merawat anak kecil, memengaruhi tidurmu, jangan ragu untuk mencatatnya juga.
Kapan Kamu Perlu Menggunakan Sleep Journal?
Untuk hasil yang maksimal, catatan tidur sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat. Beberapa sleep journal, seperti template dari NHLBI, menyediakan petunjuk kapan harus mencatat informasi tidur, misalnya sebelum tidur malam dan setelah bangun tidur di pagi hari.
Namun, jika kamu menggunakan jurnal tanpa petunjuk khusus, sebaiknya catat data tidur kamu tepat sebelum tidur dan segera setelah bangun tidur. Sebuah studi kecil di 2024 menemukan bahwa orang-orang kesulitan mengingat detail tidur mereka jika tidak mencatatnya langsung di pagi hari dan sebelum tidur malam.
Kapan Harus Mengunjungi Dokter Jika Mengalami Masalah Tidur
National Sleep Foundation (NSF) menyebutkan bahwa insomnia kronis terjadi jika kamu kesulitan tidur setidaknya 3 malam dalam seminggu selama lebih dari 3 bulan. Namun, kamu tidak perlu menunggu sampai mencapai titik tersebut untuk mencari bantuan medis.
Jika masalah tidur mulai mengganggu aktivitas harianmu, itu adalah waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Tidur yang terganggu bisa mempengaruhi kualitas hidupmu, jadi segera cari solusi agar tidurmu kembali nyenyak dan sehat.