Meskipun keduanya berhubungan dengan kualitas tidur, mereka memiliki ciri yang sangat berbeda. Gangguan tidur ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, namun untungnya, dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa mulai mengenali tanda-tandanya dan mencari solusi yang tepat. Dilansir dari Healthline pada Sabtu (9/11), inilah perbedaan antara dyssomnia dan parasomnia.
Gejala yang muncul pada orang dengan dyssomnia bisa berbeda-beda. Namun, beberapa gejala umum yang sering muncul adalah:
- Kesulitan tidur, seperti susah tidur, terjaga di tengah malam, atau sulit kembali tidur setelah terbangun terlalu awal.
- Mengantuk berlebihan di siang hari meski sudah tidur cukup.
- Tidur yang terlalu lama di malam hari.
- Tidur siang yang tidak menyegarkan.
- Tiba-tiba tertidur di waktu yang tidak tepat.
- Kesulitan bernapas yang mengganggu tidur.
- Pola tidur yang tidak teratur atau kesulitan menjaga jadwal tidur yang konsisten.
Beberapa gangguan yang termasuk dalam kategori dyssomnia ini adalah:
- Insomnia primer: Kesulitan tidur yang berkelanjutan.
- Hipersomnia primer: Tidur yang berlebihan meski tidak disebabkan oleh kondisi medis lain.
- Narcolepsy: Gangguan tidur yang menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari.
- Gangguan ritme sirkadian: Gangguan pola tidur yang tidak sesuai dengan waktu tubuh.
- Gangguan tidur terkait pernapasan: Seperti sleep apnea atau gangguan pernapasan lainnya yang memengaruhi kualitas tidur.
Apa Itu Parasomnia?
Parasomnia adalah perilaku atau pengalaman yang tidak biasa saat kamu tidur. Meskipun umumnya terjadi saat transisi tidur, gangguan ini bisa mempengaruhi setiap tahap tidurmu dan sering kali menyebabkan terbangun mendadak, sehingga kamu kesulitan untuk kembali tidur.
Parasomnia bisa menjadi gejala dari gangguan tidur tertentu atau bahkan diagnosis tersendiri. Misalnya, sleep paralysis (paralisis tidur) bisa muncul sebagai gejala dari gangguan lain seperti gangguan mimpi atau narkolepsi, namun bisa juga terjadi secara mandiri sebagai "isolated sleep paralysis" (paralisis tidur terisolasi).
Gejala umum parasomnia meliputi perasaan bingung atau disorientasi saat bangun tidur (sleep drunkenness), tidur sambil berjalan, teror malam, hingga perilaku seksual saat tidur (sexsomnia). Beberapa orang bahkan bisa makan atau mengirim pesan teks tanpa sadar saat tidur. Beragam fenomena aneh ini tergolong dalam kategori parasomnia dan perlu perhatian khusus jika mengganggu kualitas tidurmu.
Apa Perbedaan Antara Parasomnia dan Insomnia?
Meskipun keduanya mengganggu kualitas tidur, parasomnia dan insomnia memiliki perbedaan yang cukup jelas. Parasomnia merujuk pada perilaku atau pengalaman aneh yang terjadi selama tidur, seperti tidur sambil berjalan atau mimpi buruk, yang sering kali mengganggu tiduranmu. Gangguan ini terjadi pada berbagai tahap tidur dan bisa membuat kamu terbangun tiba-tiba, namun kamu tetap bisa kembali tidur setelahnya.
Di sisi lain, insomnia adalah gangguan tidur yang lebih spesifik. Kamu yang mengalami insomnia mungkin merasa kesulitan untuk tidur sama sekali, terjaga sepanjang malam, atau bahkan terbangun terlalu dini dan tidak bisa kembali tidur. Insomnia lebih berfokus pada ketidakmampuan untuk tidur atau mempertahankan tidur, yang mengganggu kualitas hidupmu sepanjang hari.
Singkatnya, parasomnia lebih berfokus pada perilaku aneh saat tidur, sementara insomnia berhubungan langsung dengan kesulitan tidur yang berkelanjutan. Masing-masing memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penanganannya, jadi penting untuk mengetahui gangguan tidur mana yang kamu alami.