JawaPos.com - Musim panas memang identik dengan keringat berlebih yang seringkali memicu munculnya bau badan. Kondisi ini tentu bisa mengganggu rasa percaya diri kita, terutama ketika berada di sekitar orang lain.
Tapi, tahukah kamu kenapa kita bisa bau badan? Dilansir dari health.harvard.edu, tubuh kita memiliki dua jenis kelenjar keringat utama yaitu ekrin dan apokrin.
Kelenjar ekrin tersebar di seluruh tubuh dan menghasilkan keringat encer untuk mengatur suhu tubuh. Sementara itu, kelenjar apokrin terdapat di ketiak dan selangkangan, serta berperan untuk menghasilkan keringat yang lebih kental.
Keringat sendiri sebenarnya tidak berbau, namun ketika bercampur dengan bakteri di kulit, terutama bakteri yang berinteraksi dengan keringat dari kelenjar apokrin, akan menimbulkan bau badan. Jadi, bau badan sebenarnya disebabkan oleh aktivitas bakteri pada kulit, bukan karena keringat itu sendiri.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Melansir dari webmd.com, berikut beberapa tips untuk mencegah bau badan.
1. Selalu jaga kebersihan diri
Bau badan muncul ketika bakteri yang hidup di kulit bercampur dengan keringat. Keringat sendiri tidak berbau, namun bakteri akan berkembang biak dengan cepat saat bercampur dengan keringat, terutama di area hangat dan lembap seperti ketiak dan selangkangan.
Untuk mencegah bau badan, kita perlu menjaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur menggunakan sabun antibakteri. Selain itu, mengeringkan tubuh setelah mandi, mengganti pakaian secara rutin, dan menggunakan deodoran juga dapat membantu mengurangi bau badan.
2. Gunakan sabun antibakteri
Sabun antibakteri mengandung zat yang dapat membunuh bakteri penyebab bau badan. Ketika kita mandi menggunakan sabun antibakteri, zat-zat ini akan membersihkan kulit dan menghilangkan bakteri penyebab bau. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau tidak sedap dapat terhambat. Namun, perlu diingat bahwa sabun antibakteri tidak sepenuhnya menghilangkan bau badan.
Untuk hasil yang lebih maksimal, sebaiknya dikombinasikan dengan menjaga kebersihan tubuh secara keseluruhan, seperti mengganti pakaian secara teratur, menggunakan deodoran, dan memperhatikan pola makan.
3. Keringkan tubuh dengan handuk
Setelah mandi disarankan untuk mengeringkan tubuh secara menyeluruh, terutama di area yang sering berkeringat seperti ketiak dan selangkangan. Kulit yang lembap adalah tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan bau badan.
Baca Juga: 6 Tips Aman Menggunakan Media Sosial untuk Kesehatan Mental
Oleh karena itu, mengeringkan tubuh dengan handuk bersih dapat mengurangi kelembapan pada kulit sehingga bakteri sulit untuk tumbuh. Selain itu, mengeringkan tubuh juga membuat tubuh merasa lebih segar dan nyaman.
4. Gunakan antiperspiran
Antiperspiran adalah produk yang sangat efektif dalam mengurangi keringat berlebih terutama di area ketiak. Kandungan aluminium klorida di dalamnya berfungsi menyumbat pori-pori kelenjar keringat untuk sementara waktu.
Walaupun sangat ampuh, produk ini juga memiliki potensi untuk menyebabkan iritasi kulit. Jika kamu memutuskan untuk menggunakannya, pastikan memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan oleskan secara tipis dan merata. Jika terjadi iritasi, segera hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter.
5. Menjaga pakaian tetap bersih
Menjaga kebersihan pakaian sangat penting untuk mencegah bau badan. Keringat yang menyerap ke dalam pakaian akan menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri penyebab bau. Oleh karena itu, gantilah pakaian secara teratur terutama setelah beraktivitas fisik atau ketika pakaian sudah terasa lembap.
Selain pakaian, kebersihan kaki juga perlu diperhatikan. Gantilah kaus kaki secara rutin dan jaga kebersihan sepatu untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab bau kaki.
6. Hentikan konsumsi makanan tertentu
Jenis makanan dan minuman yang kita konsumsi memiliki pengaruh signifikan terhadap bau badan. Makanan pedas, bawang-bawangan, serta minuman berkafein dan beralkohol dapat memicu produksi keringat berlebih dan mengubah aroma alami keringat. Zat-zat tertentu dalam makanan ini dapat diserap oleh tubuh dan kemudian dikeluarkan melalui pori-pori kulit, sehingga menyebabkan bau badan yang tidak sedap.
Oleh karena itu, untuk mengurangi masalah bau badan, sebaiknya kita membatasi konsumsi makanan dan minuman yang berpotensi menyebabkan bau badan dan menggantinya dengan makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak.
Editor : Candra Mega Sari