Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkot Cirebon Perkuat Kapasitas Guru Pendamping ABK

Antara • Kamis, 14 Mei 2026 | 21:45 WIB
Wali Kota Cirebon Effendi Edo. (Fathnur Rohman/Antara)
Wali Kota Cirebon Effendi Edo. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kota Cirebon memperkuat kapasitas guru pendamping anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pelatihan pendidikan inklusif. Kegiatan itu diikuti 132 tenaga pendidik dari berbagai jenjang sekolah.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pendidikan inklusif menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa membedakan kondisi fisik maupun mental. Pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan penempatan anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler, namun menyangkut cara pandang masyarakat dalam menerima keberagaman.

”Pendidikan inklusi bukan hanya soal kebijakan administratif menempatkan ABK di sekolah reguler. Inklusi merupakan cara pandang kita sebagai masyarakat dalam menerima keberagaman,” kata Effendi Edo.

Baca Juga: BPS Cirebon Perkuat Desa Cantik Dukung Pembangunan Desa

Dia mengatakan, pelatihan itu digelar pada Selasa (12/5) sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga pendidik, dalam mendampingi ABK di lingkungan sekolah reguler. Keberhasilan dunia pendidikan saat ini diukur dari capaian akademik, serta kemampuan sekolah dalam merangkul seluruh peserta didik dengan latar belakang berbeda.

Dia mengatakan, sekolah perlu menjadi ruang belajar yang ramah bagi semua anak agar setiap peserta didik merasa diterima. Serta memperoleh kesempatan berkembang sesuai potensi masing-masing.

Menurut dia, guru dan tenaga pendamping memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif di Kota Cirebon.

Baca Juga: Disdukcapil Cirebon Gencarkan Aktivasi IKD hingga Tingkat Desa

”Karena itu, pelatihan tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas teknis maupun pemahaman para pendidik dalam menghadapi tantangan selama mendampingi ABK di sekolah,” ungkap Effendi Edo.

Edo menambahkan pendidikan inklusif juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter masyarakat, yang lebih toleran dan menghargai sesama sejak usia dini.

”Pemerintah memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak, termasuk melalui sekolah reguler yang menerapkan sistem pendidikan inklusif,” terang Effendi Edo.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#pendidikan inklusif #guru pendamping #ABK #pemkot cirebon