JawaPos.com–PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka menyatakan kesiapan penuh untuk melayani pemberangkatan haji 2026. Tahun ini jumlahnya sekitar 40 kelompok terbang (kloter).
Direktur Utama PT BIJB Ronald H. Sinaga mengatakan, kesiapan tersebut didukung pengalaman operasional dalam tiga tahun terakhir. Termasuk capaian kinerja layanan seperti ketepatan waktu penerbangan.
Dia menyebut keberhasilan mempertahankan performa layanan itu menjadi modal penting bagi BIJB Kertajati, untuk kembali memberikan pelayanan optimal pada musim haji tahun ini.
Baca Juga: Pemkab Undang Pengusaha Bulgaria Investasi di Cirebon
”Selama tiga tahun berturut-turut kami mendapat penghargaan terkait performa layanan, termasuk ketepatan waktu. Tahun ini kami optimistis bisa mengulang capaian tersebut,” ujar Ronald H. Sinaga dilansir dari Antara.
Menurut dia, peningkatan kualitas layanan terus dilakukan melalui evaluasi rutin setiap selesai penyelenggaraan ibadah haji. Sehingga berbagai kekurangan dapat segera diperbaiki.
Pada musim haji 2026, kata dia, jumlah kloter yang dilayani meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 28 kloter. Hal itu menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan dari pemerintah.
Baca Juga: Disperdagin Majalengka Optimalkan Retribusi Pasar Tingkatkan PAD
Ronald menilai, kapasitas Bandara Kertajati yang besar memungkinkan penambahan jumlah kloter, bahkan hingga 60 sampai 70 kloter apabila diperlukan.
”Kalau kita lihat dari tahun-tahun sebelumnya, ini kenaikan yang cukup signifikan dari 28 menjadi 40 kloter, dan kami siap melayani itu,” ungkap Ronald H. Sinaga.
Dia menjelaskan, jadwal pemberangkatan perdana direncanakan pada 22 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, sesuai agenda yang ditetapkan.
Dia menambahkan, dalam operasional harian, BIJB Kertajati dapat melayani satu hingga tiga penerbangan haji per hari, bergantung pada pengaturan jadwal dari pemerintah. Pihaknya juga menyiapkan fasilitas pendukung bagi jamaah calon haji, seperti area istirahat sementara dan layanan air minum, jika diperlukan.
Menurut dia, seluruh proses pemberangkatan tetap mengacu pada ketentuan embarkasi haji, termasuk proses pemeriksaan dan clearance yang telah dilakukan sebelumnya.
”Kami sudah siap, baik dari sisi fasilitas maupun operasional, sehingga mudah-mudahan kami tidak mengecewakan dalam melayani jamaah haji tahun ini,” kata Ronald.
Baca Juga: Gudang PDAM Kebakaran, Dua Mobil dan 1 Motor Hangus
Editor : Latu Ratri Mubyarsah