JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat empat desa di dua kecamatan terdampak banjir akibat adanya cuaca ekstrem pada 6 Februari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Hadi Eko mengatakan, banjir mulai terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Cirebon dan daerah hulu secara bersamaan.
”Akumulasi hujan di hulu dan hilir menyebabkan beberapa sungai meluap dan menggenangi permukiman warga,” kata Hadi Eko seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan dua sungai yang berkontribusi besar terhadap banjir yakni Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik di Cirebon, tidak mampu menampung volume air saat debit meningkat tajam. Kondisi tersebut diperparah sedimentasi sungai yang tinggi, berkurangnya daerah resapan air, serta sistem drainase yang kurang optimal sehingga genangan meluas di kawasan permukiman.
Dia menyebutkan empat desa terdampak berada di Kecamatan Kedawung dan Gunung Jati, dengan tinggi muka air berkisar 20 hingga 150 cm.
”Secara keseluruhan, data sementara BPBD menunjukkan banjir berdampak pada 770 kepala keluarga atau 920 jiwa di empat desa tersebut,” ujar Hadi Eko.
Dia menuturkan, selain berdampak pada warga, banjir juga merendam 11 fasilitas umum seperti sekolah, kantor, tempat ibadah, dan tempat usaha. Saat ini BPBD bersama unsur kecamatan, desa, TNI-Polri, relawan, dan komunitas siaga bencana telah melakukan penyisiran, evakuasi, serta kaji cepat terkait peristiwa tersebut.
Terkait peristiwa ini, BPBD telah merekomendasikan agar para pemangku kebijakan segera melakukan review tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana, internalisasi program rehabilitasi lahan, dan normalisasi sungai dari hulu hingga hilir.
”Dari hasil asesmen sementara kondisi banjir, dilaporkan mulai berangsur surut,” ungkap Hadi Eko.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah