Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Majalengka Targetkan Produksi Jagung 112 Ribu Ton pada 2026

Antara • Selasa, 13 Januari 2026 | 19:24 WIB
Ilustrasi panen jagung di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)
Ilustrasi panen jagung di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Majalengka menargetkan jumlah produksi jagung bisa mencapai sekitar 112 ribu ton pada 2026 guna memperkuat program ketahanan pangan di daerah tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan, target tersebut didukung produktivitas petani yang diproyeksikan terus meningkat di sejumlah wilayah sentra.

”Majalengka mampu menempati peringkat tiga besar se-Jawa Barat dalam serapan jagung. Ini menunjukkan komoditas jagung terus berkembang secara konsisten,” kata Gatot seperti dilansir dari Antara di Majalengka, Selasa (13/1).

Dia menyebutkan target produksi itu ditopang proyeksi lahan tanam jagung seluas 15.460 hektare, dengan perkiraan panen 14.842 hektare pada 2026. Perbedaan luas tanam dan luas panen tersebut, menurut dia, disebabkan adanya panen lintas tahun.

Dia menyebutkan tanaman jagung yang ditanam pada Oktober hingga Desember 2025, nanti dipanen pada 2026. ”Sedangkan yang ditanam pada periode yang sama pada 2026, akan dipanen pada 2027,” imbuh Gatot Sulaeman.

Dia menyatakan, lahan jagung di Majalengka tersebar di sejumlah kecamatan. Antara lain Majalengka, Bantarujeg, Maja, dan Banjaran.

Dia menuturkan pada 2025, Kabupaten Majalengka mencatatkan capaian dengan menempati peringkat ketiga serapan jagung di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pihaknya mencatat selama periode tersebut, jumlah produksi jagung mencapai 134 ribu ton atau meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 132 ribu ton.

Capaian tersebut, kata Gatot, merupakan hasil kerja petani yang didukung penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serta sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan teknis, bantuan benih, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian.

”Salah satu dukungan diberikan kepada sentra panen jagung di Desa Sindanghurip, Kecamatan Bantarujeg, berupa satu unit alat perontok jagung,” ungkap Gatot Sulaeman.

Selain itu, dia menyampaikan bantuan benih jagung dari APBN seluas 80 hektare atau sekitar 1.200 kilogram juga disalurkan kepada lima kelompok tani di Majalengka. ”Bantuan tersebut meningkatkan efisiensi panen dan berdampak langsung pada hasil produksi petani,” ujar Gatot Sulaeman.

Gatot Sulaeman optimistis pengembangan komoditas jagung, akan terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Maman, 45, petani jagung asal Kecamatan Bantarujeg, mengaku merasakan manfaat nyata dari dukungan pemerintah daerah terhadap petani jagung. Dengan bantuan benih dan alat pertanian, para petani sangat terbantu sehingga produksi jagung jadi lebih baik dan hasil panen bisa terserap.

”Kami berharap harga jagung tetap stabil agar kesejahteraan petani, semakin meningkat dan minat menanam jagung terus terjaga,” tutur Maman.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#DKP3 #ketahanan pangan #Kabupaten Majalengka #jagung