JawaPos.com–Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan pemkab menyiapkan anggaran Rp 34,5 miliar pada 2026 sebagai bantuan keuangan bagi desa. Pemerintah Kabupaten Majalengka berupaya mempercepat penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut.
Bupati menjelaskan, setiap desa akan memperoleh alokasi bantuan senilai Rp 100 juta di luar Dana Desa yang diterima dari pemerintah pusat. ”Program ini merupakan salah satu strategi kami dalam percepatan penurunan kemiskinan di wilayah pedesaan,” kata Eman seperti dilansir dari Antara.
Dia menyampaikan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Majalengka masih berada di level 10,82 persen. Jumlah itu di atas ambang batas 10 persen.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah konkret dan kolaborasi seluruh pihak agar penanganan kemiskinan bisa lebih efektif dan berkelanjutan. ”Data tersebut merupakan kondisi nyata yang harus ditangani dengan langkah konkret,” urai Eman.
Eman menjelaskan, salah satu indikator kemiskinan yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah kepemilikan aset. Terutama rumah tidak layak huni. Pihaknya pun menargetkan perbaikan sekitar 1.517 unit rumah warga di Majalengka, melalui penerapan program bantuan keuangan desa.
”Jika satu rumah mendapat bantuan Rp 20 juta, setiap desa bisa memperbaiki lima rumah,” terang Eman.
Dia menyebutkan, penurunan angka kemiskinan juga harus dibarengi dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta penurunan stunting.
Oleh karena itu, Eman mengajak seluruh kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Majalengka, untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.
”APDESI perlu menjadi mitra pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan penurunan kemiskinan,” ucap Eman.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah