JawaPos.com - Ngalap berkah adalah tradisi yang telah lama ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Jawa. Tradisi ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga menjadi simbol dari harapan, syukur, dan keinginan untuk mendapatkan berkah serta kebaikan dalam hidup.
Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, ngalap berkah memiliki tujuan untuk bisa mendapatkan keberkahan, solusi, dan kesejahteraan dari suatu tempat yang dianggap sakral atau memiliki kuasa untuk membantu manusia dalam kehidupan.
Tradisi ini sangat erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat setempat, terutama di wilayah Jawa, dan biasanya dilakukan pada malam satu Suro. Pada malam ini, banyak orang berbondong-bondong mencari berkah di tempat-tempat yang dianggap memiliki kekuatan khusus.
Dilansir dari indonesiakaya.com, dalam tradisi ngalap berkah, biasanya akan disediakan sebuah gunungan berupa tumpukan makanan hasil panen yang sudah didoakan.
Setelah itu, makanan tersebut akan diambil secara berebut, yang dikenal dengan istilah Tabarruk. Banyak yang percaya bahwa siapa pun yang bisa mendapatkan makanan dari puncak gunungan akan memperoleh keberuntungan dan keberkahan.
Ngalap berkah tidak hanya terbatas pada pengambilan gunungan makanan. Tradisi ini juga mencakup ziarah ke makam-makam, terutama makam para wali, yang dianggap sebagai tempat yang membawa berkah.
Dilansir dari suluk.id, berkah juga dapat diperoleh dari pemberian hadiah atau doa dari Kiai, yang dianggap sebagai simbol kebaikan dan doa yang mengiringi, yang biasanya diterima oleh santri.
Ngalap berkah adalah tradisi yang sudah berlangsung lama di masyarakat Indonesia, terutama di Jawa, yang bertujuan untuk mendapatkan keberkahan, solusi, dan kesejahteraan dari tempat yang dianggap sakral. Walaupun terkesan agak kuno, tradisi ini masih dilakukan hingga sekarang.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah