JawaPos.com–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon mengenalkan warisan budaya melalui pameran museum. Pameran itu menampilkan berbagai koleksi peninggalan masa lalu seperti keris, batik, hingga benda-benda purbakala.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon Sumarno mengatakan, pameran museum berlangsung pada 5-14 November. Pemkab mengajak generasi muda mengenal kekayaan warisan budaya daerah.
”Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan serta mempertahankan kebudayaan lokal yang menjadi identitas masyarakat Cirebon. Kegiatannya kami fokuskan di Museum Pangeran Cakrabuana Cirebon,” kata Sumarno seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, benda koleksi yang dipamerkan dianggap mampu menarik minat kaum muda untuk mengenal lebih jauh sejarah dan tradisi di Cirebon yang telah ada sejak lama. Pameran juga menjadi program prioritas dari Disbudpar untuk memperkenalkan aspek sejarah dan budaya lokal kepada masyarakat luas, terutama pelajar.
”Antusiasme pelajar, khususnya siswa SMP, yang datang selama pameran sangat tinggi terhadap kegiatan ini,” ujar Sumarno.
Selain pameran, Disbudpar Kabupaten Cirebon mengadakan lomba cerdas cermat, baca puisi, dan storytelling. Semua mengusung tema kebudayaan lokal serta bahasa daerah.
Sumarno menilai lomba-lomba tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan Cirebon, sekaligus mengasah keterampilan mereka dalam memahami budaya.
”Kegiatan lomba-lomba ini menjadi media yang efektif untuk mendekatkan budaya kepada anak muda. Kami sengaja mengemasnya dengan konsep yang edukatif dan interaktif,” tutur Sumarno.
Dia menyebutkan, pengenalan budaya seperti ini sangat penting di era globalisasi. Sebab, dapat membentuk karakter generasi muda yang kuat memegang identitasnya sebagai masyarakat Cirebon.
Sumarno mengungkapkan, partisipasi generasi muda dalam kegiatan ini menunjukkan potensi besar mereka dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Disbudpar Kabupaten Cirebon berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan, dengan melibatkan lebih banyak pelajar dan komunitas pemuda setempat.
”Antusiasme mereka memberi kami harapan bahwa kebudayaan Cirebon akan tetap hidup dan diteruskan ke generasi mendatang,” ucap Sumarno.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah