Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkot Cirebon Perluas Kerja Sama Program Gapura Pangan pada 2026

Antara • Sabtu, 3 Januari 2026 | 17:25 WIB
Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon memperluas cakupan kerja sama Program Gapura Pangan pada 2026. Hal tersebut sebagai upaya memperkuat stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan.

Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh mengatakan, perluasan kerja sama dilakukan melalui skema business to business (B2B) antara Warung Peduli Inflasi (Waduli) binaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan sejumlah mitra penyedia pangan.

”Kami memfasilitasi kerja sama B2B antara Program Gapura Pangan dengan para pelaku usaha pangan,” kata Elmi seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Dia menjelaskan, salah satu bentuk kerja sama tersebut sudah dilakukan dengan pengusaha telur asal Kabupaten Kuningan untuk menjaga kelancaran pasokan dan kestabilan harga komoditas tersebut di Kota Cirebon. Selain telur, DKP3 juga menjalin kemitraan dengan daerah sentra produksi beras di Kabupaten Indramayu guna memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

”Untuk beras, kami bekerja sama dengan Indramayu, dan menjalin kerja sama dengan Bulog,” ujar Elmi Masruroh.

Elmi menyebutkan hingga saat ini terdapat hampir enam kerja sama antar daerah yang telah difasilitasi DKP3 Kota Cirebon, dalam mendukung pelaksanaan Program Gapura Pangan. Seluruh kerja sama tersebut, dijalankan melalui pola B2B sehingga transaksi dapat berlangsung langsung antara mitra usaha tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

Selain memperkuat jejaring pasokan, lanjut Elmi Masruroh, pihaknya rutin melaksanakan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di tingkat kelurahan untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.

Terkait kerja sama pasokan beras melalui Koperasi Merah Putih, Elmi menyampaikan saat ini baru satu koperasi yang siap beroperasi, yakni yang berada di wilayah Kecapi.

”Yang sudah siap baru satu, karena koperasi lainnya masih terkendala persyaratan, seperti belum memiliki gerai dan tenaga pegawai,” ungkap Elmi Masruroh.

DKP3 Kota Cirebon, kata dia, terus melakukan pendampingan agar koperasi-koperasi tersebut dapat melengkapi persyaratan administrasi dan sarana pendukung sehingga bisa segera berpartisipasi. Selain itu, pihaknya secara rutin melakukan penghitungan neraca pangan setiap bulan untuk memastikan ketersediaan dan keseimbangan pasokan kebutuhan pokok di daerah.

Sementara itu terkait ketersediaan beras, Pemimpin Cabang Bulog Cirebon Imam Mahdi mengatakan, stok beras yang dikelola Bulog saat ini berada dalam kondisi aman. Sampai 26 Desember 2025, jumlah stok beras di gudang penyimpanan milik Bulog Cirebon berada di angka 153 ribu ton.

”Kondisi stok beras sekitar 153 ribu ton, jadi jumlahnya sangat aman,” tutur Imam Mahdi.

Dia menambahkan, Bulog masih terus melakukan penyerapan beras meskipun masa panen mulai berkurang, serta mendorong penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar di wilayah Cirebon guna menjaga stabilitas harga.

”Kita dorong ke pasar, ya serapan di Cirebon, cukup tinggi untuk SPHP,” ucap Imam Mahdi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#DKP3 #tpid #kota cirebon