Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Mensos Tegaskan Program Sekolah Rakyat Sasar Keluarga Miskin

Sabtu, 25 Apr 2026 | 14:52 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menghadiri kegiatan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka, Jumat (24/4). (Fathnur Rohman/Antara)
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menghadiri kegiatan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka, Jumat (24/4). (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan program Sekolah Rakyat, termasuk di Majalengka, difokuskan untuk menyasar keluarga paling tidak mampu atau miskin sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan terpadu.

”Program ini untuk keluarga yang paling tidak mampu, dan kita pastikan yang bisa sekolah di sini adalah mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata Mensos Saifullah Yusuf dilansir dari Antara saat ditemui usai kegiatan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka, Jumat (24/4).

Dia mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto, yang mengintegrasikan akses pendidikan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga.

”Di samping anaknya bisa sekolah, orang tuanya juga diberdayakan dan diintervensi dengan program-program strategis lainnya,” ujar Saifullah Yusuf.

Menurut dia, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan layanan pendidikan bagi anak, namun menghadirkan pula intervensi sosial kepada orang tua. Intervensi tersebut meliputi perbaikan rumah tidak layak huni, pemberian Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk jaminan kesehatan nasional (JKN), serta pelatihan keterampilan.

Dengan pendekatan itu, kata Mensos, pemerintah menargetkan keluarga penerima manfaat (KPM) dapat lebih mandiri dan mengalami peningkatan taraf hidup. Dia menyebutkan secara nasional, jumlah siswa Sekolah Rakyat pada tahun ini mencapai hampir 16.000 siswa.

”Tahun ini, kami mengalokasikan lebih dari 30.000 tambahan, sehingga tahun ini nanti akan ada 45.000 lebih siswa Sekolah Rakyat,” ujar Saifullah Yusuf.

Selanjutnya, Mensos menuturkan pada 2027 jumlah penerima program ditargetkan meningkat sekitar 100.000 siswa di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Majalengka, lanjut dia, program ini telah dimulai melalui Sekolah Rakyat rintisan yang masih menggunakan gedung sementara.

”Karena tanahnya sudah clear, tahun ini insyaallah akan dibangun gedung permanen dengan kapasitas 1.000 siswa,” ungkap Saifullah Yusuf.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Majalengka Alokasikan Rp 143 Miliar untuk Perbaiki Jalan

Pemkab Majalengka Alokasikan Rp 143 Miliar untuk Perbaiki Jalan

Pemkab Majalengka mengalokasikan anggaran sekitar Rp 143 miliar untuk memperbaiki 284 titik jalan dan jembatan rusak pada 2026

Disperdagin Majalengka Optimalkan Retribusi Pasar Tingkatkan PAD

Disperdagin Majalengka Optimalkan Retribusi Pasar Tingkatkan PAD

Disperdagin Kabupaten Majalengka mengoptimalkan pemanfaatan kios di Pasar Kadipaten untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi

Pemkab Majalengka Pastikan Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak

Pemkab Majalengka Pastikan Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak

Pemkab Majalengka akan merelokasi warga terdampak bencana tanah bergerak guna menjamin keselamatan masyarakat

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia