Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menelusuri 5 Masjid Bersejarah di Cirebon: Destinasi Wisata Religi yang Memikat

Lania Monica • Selasa, 6 Mei 2025 | 18:30 WIB

Masjid Panjunan Cirebon (Dok. Antara)
Masjid Panjunan Cirebon (Dok. Antara)
JawaPos.com - Sejak masa Wali Songo, kota ini telah menjadi saksi bisu perkembangan budaya dan spiritualitas Islam yang kaya. Hingga kini, Cirebon tetap menjadi destinasi favorit bagi para peziarah dan wisatawan yang ingin merasakan nuansa religius dan sejarah yang kental.

Dilansir dari YouTube Masjid TV, berikut lima masjid bersejarah di Cirebon yang patut Anda kunjungi.

1. Masjid Merah Panjunan

Terletak di Jalan Panjunan No. 43, Kecamatan Lemahwungkuk, Masjid Merah Panjunan didirikan oleh Syarif Abdurrahman, atau yang dikenal sebagai Pangeran Panjunan, pada tahun 1480. Keunikan masjid ini terletak pada arsitekturnya yang memadukan gaya Tionghoa dan Islam. Dindingnya dihiasi dengan keramik-keramik peninggalan abad ke-17 yang berasal dari istri Sunan Gunung Jati, menampilkan motif campuran antara Tiongkok dan Belanda. Pintu masjid yang lebih kecil dari ukuran biasa melambangkan sikap rendah hati saat memasuki rumah ibadah.

2. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Dibangun pada tahun 1480, masjid ini berlokasi di kawasan Keraton Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk. Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan hasil perpaduan arsitektur Islam dan Hindu, dengan atap berbentuk limas dan ornamen bunga teratai di tempat imam. Tiang-tiang penyangga masjid disatukan tanpa paku, melainkan dengan pasak, mencerminkan teknik konstruksi tradisional. Masjid ini juga dikenal sebagai tempat dikumandangkannya adzan pitu, yaitu adzan yang dilantunkan oleh tujuh muazin secara bersamaan.

3. Masjid Agung At-Taqwa

Terletak di pusat kota Cirebon, antara Jalan Siliwangi dan Jalan Kartini, Masjid Agung At-Taqwa awalnya adalah sebuah tajug kecil di dekat alun-alun kota. Didirikan oleh Raden Adipati Salmon Salam Surya Diningrat pada tahun 1918, masjid ini mengalami renovasi dan modernisasi, serta diberi nama "At-Taqwa" oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961. Masjid ini kini berdiri megah dengan arsitektur Islam yang kental, dilengkapi menara setinggi 65 meter yang terbuka untuk umum, memungkinkan pengunjung menikmati panorama kota dari ketinggian.

4. Masjid Keramat Kalijaga

Masjid ini didirikan oleh Sunan Kalijaga dan terletak di kawasan yang dikelilingi oleh hutan mini, dihuni oleh sekitar 99 ekor monyet ekor panjang yang konon jumlahnya tidak pernah berubah. Di dalam masjid terdapat dua sumur tua dan tempat bertapa Sunan Kalijaga, serta beberapa makam yang dikeramatkan. Masjid ini sering dikunjungi oleh wisatawan untuk berziarah, berekreasi, atau bertafakur, menikmati suasana spiritual yang mendalam.

5. Masjid Jagabaya

Terletak di gang sempit di Jalan Karang Getas, Masjid Jagabaya dibangun pada tahun 1437 dan awalnya merupakan pos penjagaan Keraton Cirebon. Masjid ini memiliki arsitektur yang sederhana dan minim pembaruan, namun justru menambah kesan historisnya. Pada hari Jumat Kliwon, masjid ini ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah untuk berdzikir dan bertawasul. Selama bulan Ramadhan, masjid ini menjadi tempat pelaksanaan salat Tarawih, tadarus, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Kelima masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah dan penyebaran Islam di Cirebon. Mengunjungi masjid-masjid ini akan memberikan pengalaman spiritual dan historis yang mendalam, serta memperkaya pemahaman kita tentang warisan budaya Islam di Indonesia.

Baca Juga: Mengulik Sejarah dan Makna Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Editor : Candra Mega Sari
#masjid #Sejarah Islam Cirebon #destinasi wisata religi