Dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 20.000 per orang pada hari kerja, pengunjung sudah bisa merasakan sensasi berkeliling ke berbagai negara dengan suasana yang begitu mirip aslinya.
Dilansir dari YouTube AriePro, taman ini menyuguhkan berbagai replika landmark dari berbagai belahan dunia. Mulai dari nuansa China Town yang otentik, hanok tradisional dari Korea Selatan, taman bergaya Jepang bernama Minka, hingga replika balon udara ala Cappadocia di Turki. Tak ketinggalan, pengunjung juga bisa berfoto di area Santorini ala Yunani yang didominasi oleh warna putih dan biru, sangat cocok untuk dijadikan latar foto yang estetik dan Instagramable. Setiap sudut dirancang dengan detail, menjadikan pengunjung seolah benar-benar sedang melancong ke luar negeri.
Selain spot-spot bernuansa internasional, tempat ini juga menyediakan berbagai area bermain untuk anak-anak, seperti mini apiari (peternakan lebah mini), taman mini palm, serta wahana permainan lainnya yang aman dan menyenangkan. Tempat ini cocok dikunjungi oleh semua kalangan, baik keluarga, pasangan, hingga rombongan teman.
Tak hanya itu, fasilitas umum di taman ini juga terbilang lengkap dan nyaman. Tersedia musala dan toilet yang bersih, serta kafe untuk bersantai sambil menikmati suasana. Pengelola juga menyediakan penyewaan baju dari berbagai negara yang bisa digunakan untuk berfoto sesuai tema tempat yang dikunjungi. Semua itu menjadikan Taman Keliling Dunia Majalengka sebagai pilihan wisata yang menarik dan menyenangkan, terutama bagi mereka yang ingin merasakan suasana luar negeri tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk bepergian ke luar negeri.
Dengan konsep menarik, harga ramah di kantong, dan berbagai spot foto kekinian, Taman Keliling Dunia Majalengka siap menjadi destinasi hits terbaru di Jawa Barat. Tempat ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi bersama keluarga atau sahabat, terutama di musim liburan. Jangan lupa bawa kamera terbaikmu dan siapkan outfit yang cocok untuk mengabadikan setiap momen seru di taman wisata bertema internasional ini.
Editor : Candra Mega Sari