Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Bekas Jerawat PIH atau Kehitaman Bikin Kurang Pede? Ini Dia Cara Ampuh Menghilangkannya!

Lola Amelia Putri Yani • Kamis, 29 Mei 2025 | 15:00 WIB

Bekas jerawat kehitaman (Dok. Freepik)
Bekas jerawat kehitaman (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bekas jerawat PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation) adalah noda atau bercak gelap yang muncul di kulit setelah jerawat mereda. Berbeda dari bekas jerawat yang berupa lubang atau jaringan parut, PIH hanya berupa perubahan warna kulit tanpa perubahan tekstur. Artinya, meskipun mengganggu secara estetika, kondisi ini tidak merusak permukaan kulit secara permanen.

Bekas jerawat PIH muncul karena produksi melanin (zat pewarna alami kulit) yang berlebihan sebagai respons terhadap peradangan akibat jerawat. Akibatnya, kulit tampak lebih gelap di bekas jerawat tersebut. Bekas ini bisa berwarna coklat, kehitaman, bahkan kebiruan, tergantung pada warna kulit seseorang. Orang dengan kulit sawo matang hingga gelap biasanya lebih rentan mengalami PIH dibandingkan mereka yang berkulit terang.

Perlu dibedakan antara PIH dan PIE (Post-Inflammatory Erythema). PIE biasanya berwarna merah atau merah muda dan lebih sering terjadi pada kulit cerah. Selain itu, PIH cenderung lebih lama hilang dibanding PIE, bahkan bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau tahunan tanpa perawatan.

Dilansir dari laman alodokter.com dan siloamhospitals.com, inilah beberapa cara menghilangkan bekas jerawat PIH. 

1. Menggunakan Produk dengan Kandungan AHA

Skincare yang mengandung Alpha Hydroxy Acid (AHA) seperti glycolic acid, lactic acid, atau mandelic acid mampu mempercepat pengelupasan sel kulit mati. Ini membuat kulit tampak lebih cerah dan membantu menyamarkan noda hitam. Disarankan melakukan eksfoliasi 2 kali seminggu untuk hasil maksimal dan jangan lupa untuk gunakan produk yang melembabkan khususnya untuk kamu yang memiliki kulit sensitif.

2. Mengaplikasikan Azelaic Acid

Azelaic acid membantu mengurangi peradangan, mempercepat regenerasi sel kulit, dan menghambat produksi melanin. Efeknya bisa sebanding dengan hidrokuinon, tapi lebih aman digunakan. Kombinasi azelaic acid dan glycolic acid bisa memberikan hasil yang lebih cepat dan efektif.

3. Menggunakan Retinol

Retinol membantu meratakan warna kulit, mengurangi noda bekas jerawat, dan mendorong regenerasi sel kulit. Namun, retinol dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif. Disarankan digunakan secara bertahap, dimulai dari 1 kali setiap 2–3 hari.

4. Mengaplikasikan Niacinamide

Obat totol dengan kandungan niacinamide efektif untuk menyamarkan flek gelap dan mencerahkan kulit secara keseluruhan. Selain itu, niacinamide juga menjaga kelembaban, menenangkan kulit yang iritasi, serta mengurangi garis halus.

5. Menggunakan Produk Vitamin C

Vitamin C sangat bermanfaat dalam menghambat pembentukan melanin dan memperbaiki warna kulit. Selain itu, kandungan ini juga mendorong produksi kolagen dan memiliki efek anti-penuaan, menjadikan kulit lebih halus dan bercahaya.

6. Gunakan Tabir Surya Setiap Hari

Sinar matahari bisa memperparah kondisi bekas jerawat dan menyebabkan noda hitam pada wajah. Maka dari itu, pemakaian sunscreen atau tabir surya adalah langkah wajib setiap hari. Pilihlah produk dengan minimal SPF 30, dan jangan lupa aplikasikan ulang setiap 3-4 jam agar perlindungannya tetap optimal.

7. Manfaatkan Ekstrak Biji Anggur (Grapeseed)

Salah satu bahan alami yang berpotensi mengatasi bekas jerawat adalah ekstrak biji anggur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa grapeseed yang dikonsumsi sebagai suplemen dapat membantu meredakan hiperpigmentasi. Meski efektivitasnya dalam bentuk oles masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, bahan ini tetap menjanjikan sebagai alternatif alami.

8. Gunakan Masker Madu

Madu memiliki sifat antiseptik dan anti-inflamasi yang membantu mempercepat penyembuhan kulit bekas jerawat. Selain itu, madu juga bisa melembabkan dan menghaluskan jaringan kulit. Cukup oleskan madu ke area bekas jerawat dan diamkan selama 20–30 menit sebelum dibilas.

9. Mikrodermabrasi

Jika kamu ingin hasil yang lebih cepat, mikrodermabrasi bisa jadi pilihan. Ini adalah prosedur non-bedah yang dilakukan oleh dokter dengan menyemprotkan partikel kecil ke kulit lalu menggosoknya menggunakan alat khusus untuk mengikis sel kulit mati. Metode ini efektif untuk mengatasi bekas luka dan jerawat yang dalam.

10. Terapi Laser

Terakhir, kamu juga bisa mencoba perawatan laser. Prosedur ini bekerja dengan menargetkan pigmen gelap di kulit untuk dipecah sehingga bekas jerawat akan tampak lebih pudar. Meskipun cukup aman, treatment ini bisa menimbulkan efek samping ringan seperti kemerahan atau iritasi sementara.

Bekas jerawat yang hitam memang bisa mengganggu penampilan, tetapi dengan perawatan yang tepat dan konsisten, bekasnya bisa memudar seiring waktu. Mulailah dari perawatan alami seperti masker madu dan sunscreen, lalu konsultasikan dengan dokter kulit jika kamu ingin mencoba metode medis seperti laser atau mikrodermabrasi.

Editor : Candra Mega Sari
#penyebab #cara menghilangkan bekas jerawat #bekas jerawat #PIH