Personal branding (Dok. Freepik)JawaPos.com - Menjadi diri sendiri sambil tetap terlihat profesional di media sosial itu ibarat berjalan di atas tali. kamu harus bisa menyeimbangkan keduanya tanpa terjatuh ke sisi yang salah. Jika kamu membagikan sisi kehidupan yang terlalu mentah dan tanpa filter, ada kemungkinan orang lain akan menilaimu tidak serius.
Tapi, jika semua yang kamu unggah tampak terlalu sempurna dan rapi, bisa jadi kamu malah terlihat kaku, tidak membumi, atau bahkan sok keren. kuncinya bukan terletak pada aturan yang kaku, melainkan pemahaman akan personal brandingmu, siapa audiensmu, dan batasan mana yang ingin kamu jaga.
Dilansir dari laman DMNews pada Jumat (23/05), agar kamu bisa tetap menjadi diri sendiri tapi juga tetap profesional di media sosial, inilah tujuh tips yang bisa kamu terapkan.
1. Pahami dengan Jelas Siapa Dirimu dan Citra Apa yang Ingin Kamu Bangun
Apapun yang kamu unggah di social media entah itu caption, foto, sampai komentar semuanya ikut membentuk persepsi orang terhadap dirimu. Jadi, coba tanya pada dirimu "Apa yang ingin orang pikirkan dan rasakan saat mereka melihat postingan-postinganku?"
Menjawab pertanyaan itu akan membantumu menyusun kehadiran digital yang konsisten dan mencerminkan siapa kamu sebenarnya. Baik itu di LinkedIn, Instagram, atau media sosial lain, kamu tetap bisa menunjukkan jati diri yang asli sambil menjaga kesan profesional.
2. Hati-Hati dengan Nada Bicaramu
Nada tulisanmu di media sosial bisa sangat mempengaruhi cara orang menilaimu. Kadang kamu mungkin cuma ingin bercanda, tapi jika konteksnya tidak sampai ke orang lain, bisa-bisa leluconmu malah disalahpahami. Di dunia digital, tidak ada ekspresi wajah atau intonasi suara yang bisa membantu menjelaskan maksudmu, jadi setiap kata punya potensi disalahartikan.
Sebelum kamu memposting sesuatu, coba baca ulang dan bayangkan kamu adalah orang asing yang tidak tahu siapa dirimu. Apakah tulisan itu terdengar hangat dan sesuai dengan nilai-nilai yang kamu pegang? Atau malah terdengar nyinyir, merendahkan, atau menyebalkan tanpa kamu sadari?
3. Pilih Apa yang Ingin Kamu Bagikan dengan Bijak
Banyak orang membagikan semua hal tentang hidupnya dari yang lucu sampai yang tidak penting, sampai akhirnya sadar bahwa tidak semua orang di dunia maya perlu tahu segalanya.
Kamu tetap bisa jujur dan autentik, tapi perlu cerdas memilih apa dan kapan membagikannya. Tidak semua hal harus dibuka ke publik, terutama jika itu bisa merusak citra profesionalmu. Tunjukkan sisi personalmu, tapi tetap sesuai konteks audiens yang sedang kamu ajak bicara.
4. Jaga Batasan antara Personal dan Profesional
Kamu mungkin tergoda buat menerima semua permintaan pertemanan, mengikuti akun menarik, atau ikut nimbrung dalam semua diskusi daring. Tapi media sosial bisa dengan mudah membuat batas antara kehidupan pribadi dan profesional jadi kabur.
Misalnya, kamu boleh saja memposting foto keluarga di Facebook, tapi untuk LinkedIn, lebih baik fokus pada konten seputar pekerjaan atau pencapaian profesionalmu.
Tentukan platform mana yang ingin kamu gunakan untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga, dan mana yang kamu jadikan wajah profesionalmu. Ini akan memudahkan kamu untuk tetap jadi diri sendiri tanpa mencampuradukkan semua sisi hidupmu secara sembarangan.
5. Jika Kamu Bikin Kesalahan, Tangani dengan Elegan
Kesalahan di media sosial memang bisa cepat membesar. Tapi justru di sinilah kamu punya kesempatan buat menunjukkan bahwa kamu manusia biasa, tapi tetap bertanggung jawab.
Mengakui kesalahan dan menunjukkan bahwa kamu belajar dari situ bisa meningkatkan kepercayaan orang kepadamu. Jadi, jika kamu misalnya kelupaan mencantumkan sumber gambar atau memakai istilah yang sudah usang, segera benahi dan lanjutkan dengan kepala tegak.
6. Tunjukkan Nilai-Nilai yang Kamu Pegang
Kadang, yang membuat orang tertarik pada postinganmu bukan sekadar isinya, tapi pesan dan nilai-nilai yang kamu sampaikan di baliknya. Ketika kamu membagikan hal-hal yang mencerminkan nilai pribadi, kamu secara alami akan terhubung dengan orang-orang yang punya visi serupa.
Jadi jangan takut menunjukkan apa yang kamu perjuangkan justru itu bisa menjadi pembeda yang kuat di tengah keramaian media sosial.
7. Terus Berkembang, Jangan Berhenti di Satu Titik
Apa yang kamu unggah lima tahun lalu mungkin sudah tidak relevan dengan siapa kamu sekarang. Mungkin kamu sekarang lagi belajar hal baru atau sedang mengeksplorasi bidang baru yang lebih kamu minati.
Biarkan media sosialmu mencerminkan perjalanan itu. Di saat yang sama, tetap terbuka dengan masukan. Kamu tidak harus menyetujui semuanya, tapi feedback itu bisa membantumu menyesuaikan arah.