JawaPos.com - Berpuasa merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim selama bulan Ramadhan, di mana mereka harus menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada ajaran agama, puasa juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Banyak penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat membantu meningkatkan metabolisme serta mendukung proses detoksifikasi alami dalam tubuh.
Menariknya, puasa juga dapat menjadi strategi efektif bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Dengan pola makan yang lebih teratur dan asupan kalori yang terkendali, puasa dapat membantu mengurangi kelebihan lemak tubuh.
Lalu, bagaimana menjalankan diet yang baik ketika puasa? Berikut adalah penjelasan dari Ade Rai, dilansir dari YouTube Dunia Ade Rai.
1. Jangan Makan Karbo saat Sahur
Bila tidak dimakan saat sahur, waktu terakhir untuk karbohidrat masuk ke dalam tubuh adalah jam 10 malam (saat makan malam). Berarti, ada jeda sekitar 20 jam ke waktu berbuka puasa (sekitar jam 6 sore).
Jeda tersebut akan dimanfaatkan tubuh untuk mengambil cadangan energi dari berbagai sumber, salah satunya adalah lemak. Dengan demikian, tidak mengonsumsi karbo saat sahur membantu tubuh untuk membakar lemak terutama yang berlebih.
Kandungan karbohidrat juga dapat membuat gula darah naik. Gula darah yang tinggi akan digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi selama puasa. Dengan demikian, lemak yang ada dalam tubuh pun tidak terpakai dan tetap tersimpan.
2. Olahraga Sebelum Berbuka Puasa
Berolahraga sebelum berbuka puasa dapat membantu membakar lemak dalam tubuh. Makan saat berbuka juga akan lebih optimal karena tubuh sebelumnya menggunakan lemak sebagai sumber tenaga ketika olahraga.
Untuk pemula disarankan berolahraga tidak jauh dari waktu berbuka, sekitar 15-30 menit. Bila sudah terbiasa, durasinya bisa pelan-pelan dinaikkan.
3. Tidak Buka Puasa dengan yang Manis-Manis
Bila berbuka dengan yang manis-manis, hal tersebut dapat memicu lonjakan kenaikan gula darah yang cukup curam. Hal tersebut juga membuat tubuh seakan ingin terus makan setelah berbuka. Kebanyakan makan pun akhirnya membuat diet yang dijalankan akan sia-sia.
Hindari berbuka dengan yang manis dan karbohidrat. Ganti dengan makanan yang mengandung tinggi protein dan serat seperti buah, sayuran, dan sebagainya agar gula darah bisa stabil dan terkontrol.
4. Prioritaskan Konsumsi Protein
Badan membutuhkan kalori yang lebih banyak ketika mencerna protein terutama hewani. Hal tersebut yang membuat tubuh akan menimbulkan rasa kenyang. Efek kenyang yang dihasilkan juga akan lebih lama dibanding kenyang karena banyak mengonsumsi karbohidrat.
Makanan yang mengandung protein diantaranya ada daging merah, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, susu, dan produk olahannya.
5. Kontrol Karbohidrat
Mengontrol karbohidrat juga cukup penting. Seperti yang sudah dibahas, konsumsi karbohidrat berlebihan dapat menaikkan gula darah dan menimbulkan rasa kenyang yang sebentar.
Kontrol tersebut dapat dilakukan mulai dari mengurangi jumlah karbo yang masuk. Sumber karbohidrat juga dapat dipilih yang mengandung serat yang tinggi.
7. Selektif terhadap Lemak
Mengonsumsi protein biasanya juga sudah mengandung lemak. Bila ingin menambah lemak, dianjurkan untuk yang berasal dari hewani atau bahan alami seperti mentega, minyak zaitun, minyak kelapa, minyak alpukat, dan sebagainya.
Lemak yang alami cukup bagus untuk pembentukan kolesterol alami. Hal tersebut akan bermanfaat untuk tulang, kulit, berbagai hormon, dll.
7. Minum Air Putih yang Cukup
Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi cukup penting. Kekurangan air dapat membuat fungsi-fungsi organ tubuh juga ikut menurun.
Jumlah kebutuhan air tiap orang berbeda-beda sesuai berat badan. Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan berat badan dan 30ml. Misal bila berat badan 50 kg, maka 50x30ml = 1.500 ml, berarti kamu wajib minum air 1,5 liter setiap harinya.
Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan waktu berbuka, malam, dan sahur untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Editor : Candra Mega Sari