JawaPos.com – Komedo di hidung adalah masalah kulit yang umum dialami banyak orang, terutama pada remaja dan orang dewasa yang memiliki kulit berminyak. Meskipun komedo bukanlah jerawat yang meradang, keberadaannya dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri
Dilansir dari my.clevelandclinic.org, komedo adalah kondisi kulit yang sangat umum dan dapat memengaruhi hampir semua orang selama hidup mereka. Penelitian menunjukkan bahwa komedo paling sering terjadi pada remaja, tetapi juga dapat dialami oleh 10% hingga 20% orang dewasa.
Komedo terbentuk ketika pori-pori kulit tersumbat oleh campuran minyak alami kulit (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Hal ini terjadi karena kelenjar minyak di bawah kulit terus memproduksi sebum untuk menjaga kelembapan kulit.
Namun, jika produksi sebum berlebihan, ditambah dengan sel kulit mati yang tidak terangkat sempurna, pori-pori akan tersumbat. Ketika pori-pori yang tersumbat terbuka ke permukaan kulit, maka terbentuklah komedo hitam. Sebaliknya, jika pori-pori tertutup, maka akan terbentuk komedo putih.
Beberapa faktor yang dapat memicu pembentukan komedo antara lain perubahan hormon, pola makan yang tidak sehat, penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok, dan faktor genetik.
Dilansir dari healthline.com, terdapat beberapa cara untuk mencegah dan menyembuhkan komedo di hidung sebagai berikut.
1. Mencuci muka dua kali sehari terutama sehabis berolahraga
Mencuci muka secara teratur, terutama setelah beraktivitas atau berolahraga, sangat dianjurkan untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan bakteri yang dapat menyumbat pori-pori. Pembersihan yang tepat dapat membantu mencegah munculnya komedo dan jerawat.
Namun, perlu diingat untuk tidak berlebihan dalam mencuci muka, karena hal ini bisa menghilangkan minyak alami kulit yang justru dibutuhkan.
2. Gunakan strip pori-pori
Strip pori-pori sering kali dijadikan solusi cepat untuk menghilangkan komedo. Produk ini bekerja dengan cara menempel pada kulit dan menarik keluar kotoran serta minyak yang menyumbat pori-pori.
Meskipun efektif dalam menghilangkan komedo secara sementara, strip pori-pori tidak mengatasi akar masalah penyebab komedo, sehingga komedo bisa muncul kembali.
Selain itu, penggunaan strip pori-pori secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit menjadi kering karena juga ikut menarik minyak alami kulit.
Oleh karena itu, untuk hasil yang lebih optimal disarankan untuk mengompres wajah dengan air hangat sebelum menggunakan strip pori-pori agar pori-pori terbuka.
3. Gunakan sunscreen bebas minyak
Walaupun kulit berminyak sering kali dikaitkan dengan produksi minyak berlebih, penggunaan tabir surya tetap sangat penting untuk melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya. Tabir surya bebas minyak dirancang khusus untuk tidak menyumbat pori-pori dan tidak menambah minyak pada wajah.
Dengan demikian, kamu bisa tetap melindungi kulitmu dari kerusakan akibat sinar matahari tanpa khawatir memperparah kondisi komedo maupun jerawat.
4. Lakukan eksfoliasi
Eksfoliasi dengan scrub yang kasar justru dapat memperparah peradangan pada wajah. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan eksfoliator kimia yang mengandung AHA (alpha hydroxy acids) atau BHA (beta hydroxy acids). Asam-asam ini bekerja dengan lembut mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, dan meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit lainnya.
5. Gunakan clay mask (masker tanah liat)
Clay mask adalah masker wajah yang terbuat dari tanah liat dan mengandung mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi. Masker tanah liat adalah perawatan wajah yang sudah digunakan sejak zaman dahulu karena khasiatnya yang luar biasa bagi kulit.
Kandungan mineral dalam tanah liat mampu menyerap minyak berlebih, membersihkan pori-pori yang tersumbat, dan mengangkat kotoran dari dalam kulit.
Berbeda dengan strip pori-pori yang dapat menarik lapisan kulit, masker tanah liat bekerja lebih lembut dengan cara masuk ke dalam pori-pori dan secara perlahan mengeluarkan kotoran serta minyak. Beberapa masker tanah liat juga mengandung sulfur, yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan mengurangi tampilan komedo.
6. Gunakan masker charcoal (masker arang)
Masker arang atau charcoal mask sedang populer karena kemampuannya membersihkan kulit secara mendalam. Arang aktif yang menjadi bahan utama masker ini bekerja seperti magnet yang menarik kotoran, minyak berlebih, dan sel kulit mati dari dalam pori-pori. Selain itu, arang juga dikenal memiliki sifat detoksifikasi yang dapat membantu mengurangi jerawat dan komedo.
7. Gunakan retinoid topikal
Retinoid topikal adalah turunan vitamin A yang sering digunakan dalam perawatan kulit. Produk ini sangat efektif dalam meningkatkan pergantian sel kulit, sehingga dapat membantu mengurangi jerawat, garis halus, dan kerutan. Retinoid bekerja dengan merangsang produksi kolagen dan elastin, serta membantu menyumbat pori-pori.
Meskipun sangat bermanfaat, penggunaan retinoid harus dilakukan dengan hati-hati, terutama bagi ibu hamil. Wanita hamil disarankan untuk menghindari retinoid karena dapat mengganggu perkembangan janin.
8. Gunakan salicylic acid
Gel salicylic acid atau asam salisilat adalah produk perawatan kulit yang efektif dalam mengatasi masalah kulit seperti komedo dan jerawat. Asam salisilat bekerja dengan cara melarutkan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, sehingga komedo dapat lebih mudah diangkat.
Selain itu, asam salisilat juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi kemerahan dan peradangan akibat jerawat. Namun, penting untuk diingat bahwa asam salisilat hanya boleh diaplikasikan pada area kulit yang bermasalah, seperti hidung atau dagu. Tidak hanya itu, penggunaan yang terlalu luas dapat menyebabkan iritasi kulit bahkan keracunan salisilat.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah