JawaPos.com - Demensia adalah kondisi yang sering kali datang tanpa peringatan. Banyak orang tidak menyadari tanda demensia yang muncul perlahan, padahal mereka bisa menjadi petunjuk awal bahwa sesuatu yang lebih serius sedang terjadi. Kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup, bahkan kemampuan sehari-hari, jika tidak diwaspadai sejak dini.
Sebagian besar orang mengenal demensia hanya dari kehilangan ingatan. Namun, Ada satu gejala yang sering terabaikan, padahal bisa jadi hal tersebut adalah pertanda penting. Penting untuk kamu tahu, karena mengidentifikasi sejak dini dapat memperlambat perkembangan gejala tersebut.
Dilansir dari Parade pada Selasa (3/12), berikut adalah tanda demensia yang sering terabaikan menurut para ahli. Dengan mengetahui pertanda ini, kamu bisa lebih siap menghadapi perubahan yang terjadi pada diri sendiri atau orang terdekat.
Tanda Demensia yang Mengejutkan
Gerakan mata tak terkendali, atau yang disebut saccades, ternyata bisa menjadi salah satu tanda demensia yang paling mengejutkan.
Menurut para ahli saraf, gerakan mata yang tidak terkontrol ini bisa menjadi indikasi awal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan otak. Dr. Meredith Bock, seorang ahli saraf, menjelaskan bahwa gerakan mata yang tidak sempurna ini sering kali muncul pada tahap awal penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer.
Gerakan mata yang terganggu ini bisa sangat halus, sehingga kamu mungkin tidak menyadarinya. Namun, penting untuk tahu bahwa ini adalah salah satu tanda pertama yang muncul saat otak mulai terganggu. Sering kali, gangguan ini terjadi pada bagian otak yang mengatur motorik mata, yang menyebabkan gerakan mata menjadi tidak halus dan bahkan terputus-putus.
Apa Itu Gerakan Mata Tak Terkendali?
Gerakan mata yang tak terkendali ini, meskipun terlihat kecil, dapat memengaruhi kemampuan otak untuk mengendalikan visual dengan tepat. Karena gerakan ini sangat cepat dan terjadi secara otomatis, ia bisa sangat sulit dikenali. Dr. Bock menambahkan, hanya seorang profesional terlatih yang biasanya bisa mendeteksi perubahan ini.
Namun, ada kalanya kamu bisa mulai melihat tanda-tanda yang lebih jelas. Misalnya, jika kamu atau orang terdekat mulai lambat dalam melihat sesuatu atau kehilangan fokus saat mengikuti objek yang bergerak. Tanda-tanda ini, meskipun terlihat sepele, bisa menunjukkan penurunan kemampuan otak yang lebih serius dan perlu perhatian lebih lanjut.
Kondisi Lain yang Dapat Menyebabkan Gerakan Mata Tak Terkendali
Gerakan mata yang tidak terkendali tidak selalu menjadi tanda seseorang mengidap demensia. Banyak kondisi medis lain yang dapat menyebabkan gejala ini. Dr. Bock menjelaskan bahwa gangguan pada sistem saraf pusat, seperti otak dan sumsum tulang belakang, atau pada sistem saraf perifer, seperti saraf, otot, dan hubungan antara saraf dan otot, juga bisa memengaruhi gerakan mata.
Beberapa penyebab lebih spesifik yang dapat mengakibatkan gerakan mata tak terkendali antara lain adalah palsi supranuklear progresif, nistagmus, stroke, tumor, obat antiepilepsi, hingga myasthenia gravis. Oleh karena itu, gerakan mata yang tampak tidak biasa bukanlah indikasi langsung dari demensia, dan bisa jadi berasal dari kondisi lain yang memerlukan perhatian medis.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kamu Menyadari Gerakan Mata Tak Terkendali?
Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan mata atau melihat tanda ini pada orang terdekat, Dr. Bock sangat menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. "Jika gerakan mata ini muncul tiba-tiba, bisa jadi ini adalah tanda darurat, seperti stroke," jelasnya.
Meskipun gerakan mata yang tidak terkendali bisa menjadi gejala demensia, ada banyak kondisi lain yang juga bisa menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat mengesampingkan kemungkinan penyebab lain dan mendapatkan penanganan yang tepat.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah